Aditya hanyut akan kata-kata yang diucapkan Indria. Dadanya kian terasa menyesakkan hingga tetesan demi tetesan air mata jatuh di pipinya. Dia terlihat seperti pria tak berdaya kini. "Bo...bolehkah aku meminta suatu hal kepadamu?" pintanya penuh harap. Indria lagi-lagi mengukir lengkungan di kedua sudut bibirnya, dia senyum lalu mengangguk pelan. "Tolong didik Rendra dengan benar. Aku yakin kamu bisa melakukannya Indria. Jangan sampai dia mewariskan sikap berengsek Ayahnya ini. Tolong jadikan Rendra anak yang berbakti dan menurut kepada orangtua. Aku mohon," Aditya meminta dengan setulus hati. Indria menganggukkan kepalanya sambil tetap tersenyum. "Pasti. Aku akan berusaha mendidik Rendra dengan benar. Aku juga tidak akan melarangmu bertemu dengannya lagi. Kamu bebas menunjukkan rasa kas

