"Bukannya aku tidak mau belajar mencintaimu. Tapi, jika aku terus berada di antara kamu dan Aditya maka kita bertiga akan sama-sama terluka. Aku juga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dan rasa sakit di hatiku. Maafkan aku Raka," jawab Indria dengan kesungguhan tak ada keraguan dalam ucapannya tersebut. Pria itu tidak ingin memercayai rangkaian kata-kata yang keluar dengan lancar dari mulut sang istri. Bagi Raka semua palsu dan hanya candaan belaka. Indria akan tetap berada di sisinya baik sekarang atau pun nanti! Tatapan tajam kian ditunjukkan Raka, tangannya juga mengepal. Suami mana yang tidak marah dan terkejut jika istri yang mereka cintai meminta untuk berpisah? Mungkin tak akan ada, dia juga demikian. Berbeda dengan Indria yang terlihat tenang, walau jauh di lubuk hatinya

