Sudah dua bulan lamanya sejak kepergian Ezra, Bintang dan Tari masih sama-sama membisu, perang dingin yang berkepanjangan terus terjadi di rumah itu. Bintang dan Tari masih sama-sama diam dengan pikirannya masing-masing tanpa mau mengalah satu sama lain untuk memperbaiki keadaan. Hal tersebut tentu saja menguntungkan Icha dan Luna, Icha yang begitu bahagia dengan kehancuran rumah tangga Bintang dan Luna yang bahagia bisa dengan mudah mendekati Bintang lagi. Meski rumah tangganya dalam keadaan di ujung tanduk nyatanya Bintang masih menjaga jarak dengan lawan jenisnya. "Kita harus bicara" ucap Bintang ketika memasuki kamarnya dan menemui Tari. "Ya memang, ada banyak hal yang harus kita bicarakan" sahut Tari. Bintang mendekat dan duduk ditepi ranjang tepat di samping Tari. "Kita..." ucap

