Bab 42

858 Kata

Perempuan itu mendelik dan tersenyum tipis, ia duduk di seberang Bintang. "Ada apa? apa yang membuat lo meminta kakak datang kemari dan menemani lo?" ucap Kania pada sang adik. "Kak..." "Harusnya saat ini lo di rumah Bin, menemani Tari. Dia pasti sangat terpukul, setelah kehilangan janinnya dia juga harus ikhlas melepas kepergian Ezra" ucap Kania yang juga bersedih atas kehilangan sang keponakan. "Lo pikir cuma Tari yang kehilangan? gue juga kak, gue bahkan merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi, gue merasa gagal jadi seorang suami dan ayah, Mila jatuh dan Ezra meninggal, gue gak bisa menjaga mereka" ucap Bintang tertunduk. "Jangan bicara seperti itu Bin, semua ini sudah kehendak Tuhan, dan apa yang terjadi sudah direncanakan olehNya" ucap Kania menasehati sang adik. "Tapi kak..

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN