Bab 41

810 Kata

Tangis di wajah Tari tidak terbendung lagi, dipelukan sang mama ia menumpahkan tangisannya. Kesedihan begitu terlihat mengiringi pemakaman Ezra, perlahan tubuh bayi mungil itu tertutup dan tertimbun tanah. Bintang pun tak kuasa menahan kesedihannya atas kepergian sang buah hati yang lagi lucu-lucunya itu, dari balik kacamata hitamnya ia menyembunyikan air matanya. "Kuat ya Bin" ucap Luna ketika Bintang menancapkan pusara Ezra, perempuan itu mengusap punggung Bintang seolah memberi kekuatan dan semangat untuk pria itu. Beberapa orang menatap sinis pada apa yang Luna lakukan termasuk Kania dan Audy yang berusaha menahan kekesalannya. Namun tidak dengan Tari ia pikir apa yang Luna lakukan hanyalah bentuk dukungan moril untuknya dan Bintang atas kepergian putra mereka. "Perempuan itu" geram

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN