Hari ini Arsya memilih untuk diam di rumah. Kebetulan Gio juga tidak datang ke sekolah hari ini. Semalam, tubuh Gio sempat demam akibat dimarahi oleh Arsya. Jujur Arsya juga tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk mengendalikan Gio. Satu-satunya orang yang bisa membuat Gio tenang hanyalah Clara. Kasih sayang yang Clara berikan betul-betul membuat Gio merasakan bagaimana rasanya mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Kepergian mendiang Riana yang begitu cepat membuat Gio tidak menyimpan banyak kenangan dengan sang mama. Lebih tepatnya lagi, Gio sudah lupa bagaimana rasanya dimanja oleh Riana. Arsya masuk ke dalam kamar, dilihatnya Gio masih tidur di atas tempat tidurnya. Melihat kedatangan Arsya, Gio langsung membalikkan tubuhnya, hingga memperlihatkan punggung saja. Untuk menutupi diri

