*** Ayah Clara menginjakkan kaki di depan rumah Arsya. Kali ini, ia akan bicara hal serius dengan menantunya itu. Kalau memang Arsya sudah tidak menginginkan kehadiran putrinya lagi, Arsya bisa mengembalikan putrinya secara baik-baik. Bahkan pria paruh baya itu pun berjanji tidak akan membiarkan anaknya satu rumah dengan Arsya sebelum Arsya mau meminta maaf pada putrinya dan meminta Clara untuk kembali demi keutuhan rumah tangganya. “Ayah?” “Clara sudah menceritakan semuanya pada saya. Saya mengerti kesalahan Clara memang besar. Tapi seharusnya kamu tidak menekan putriku seperti itu. Bukankah dulu kamu berjanji akan membahagiakan putri saya? Tidak akan pernah menyakitinya dan selalu memaafkan segala kesalahannya?” Arsya mengembuskan napas resah. “Tapi dia sudah membuat Pelangi hilang.

