Bab 30

914 Kata

Clara masuk ke dalam kamar, di sana ia menangis sekencang mungkin. Sekarang semua orang sudah menyalahkannya. Bahkan Arysa tadi dengan teganya membandingkannya dengan Riana. Tentu hati nya terasa sangat sakit, meskipun Riana sudah lama meninggal tetap saja clara tidak bisa menerimanya. Clara mengambil foto Pelangi yang tersimpan dia atas nakas. Perlahan Clara mengusap foto bayinya. “Kamu di mana sayang, maafin Mama, mama nggak bisa jagain kamu dengan baik.” Masih teringat senyuman Pelangi beberapa hari yang lalu. Biasanya, kamar ini pun semerbak bebauan wangi bayi, sekarang semuanya terasa biasa saja, sungguh Clara seakan kehilangan separuh jiwanya. Clara mengusap air matanya, tidak! Ia tidak bisa berdiam diri begini saja, Pelangi sangat membutuhkannya, Pelangi masih terlalu kecil untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN