"Hemm, terserah sayang aja. Mas Arfan tidak masalah kok di katain lebay. Hahah" Bukannya kapok Arfan malah menjadi-jadi mengganggu Sekar. Sekar pun menarok ponselnya di atas nakas, karena dia sudah tidak mood lagi. "Kenapa udahan main Ponselnya? udah selesai Stalking nya?" Tanya Arfan, Arfan sudah tau jika Sekar selalu menjadi stalker untuk pria itu. Walaupun hati Arfan sedikit terluka dan kecewa namun Arfan memilih diam saja. karena ini pilihannya sejak dulu. apapun yang terjadi kalau Sekar sudah menjadi miliknya maka sepenuhnya Arfan akan menjadikan Sekar satu-satunya. Sungguh hati Arfan seperti baja yang tahan banting. "Apaan sih." Jawab Sekar sewot sambil menatap tajam Arfan yang tengah memakai pakaian itu. "Kamu liat aku kok gitu? mau ku serang?" Goda Arfan malah menaik turunka

