bc

Permainan Takdir

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Di saat meyakini dia adalah orang yang tepat, takdir memisahkan kami dengan jarak dan waktu.

dan saat tiba saat nya jarak tak lagi jadi penghalang, ternyata takdir kembali mempermainkan kita.

aku dan kamu tetap tak bisa bersama meski jarak kita sudah begitu dekat, jangan kan bersapa bertemu pun takdir tak lagi mengijinkan walau tanpa di sengaja.

haruskah aku mempersalahkan takdir, atau aku yang salah karna tak pernah berdamai dengan diri sendiri menerima kenyataan bahwa harapan itu hanyalah sia-sia.

chap-preview
Pratinjau gratis
takdir memperkenalkan kita
Aku adalah seorang siswi baru di salah satu SMA ternama di kota baruku ini, Aku adalah gadis yang baru saja pindah di kota ini. tentu tak banyak yang aku kenal disini bahkan di sekolah baru ku ini, semua terasa asing bagi ku. tak satu pun mereka di sekolahan ini yang ku kenal, namun ada satu siswi baru yang menurut ku sangat ramah pada ku. nama nya sari, dia lumayan modis dan baik meski wajah nya tergolong biasa saja. Kebetulan sari sekelas dengan ku, dan kita pun duduk bersebelahan. tak banyak yang istimewa di hari pertama ini, selain ocehan sari yang terpesona sama teman sekelas kami yang bernama Dion. Dion memang tampan, tubuh nya tinggi dan sedikit yang aku ketahui dari Sari Dion di sekolah lamanya seorang kapten basket. tapi Dion bukan tipe ku, tepat nya aku memang tak pernah tertarik dengan yang namanya pacaran untuk saat ini. Aku lebih fokus belajar bagi ku pendidikan jauh lebih penting dari pada cinta monyet di masa sekolah, perpustakaan adalah tempat tongkrongan terbaik ku setelah kantin sekolah( banyak yang bilang aku cantik-cantik kutu buku). tak apa lah bagi ku lebih baik seperti ini dari pada pelajaran sekolah ku terganggu, orang tua ku ingin aku menggapai cita-cita ku setinggi-tingginya. Aku mengajak sari berkeliling sekolah sebelum jam masuk sekolah, hari ini hari pertama kami akan di ospek. kakak kelas di sini terkenal killer terutama cewek-ceweknya. aku tentu tak ingin punya masalah sama mereka, bukan takut aku hanya tak suka keributan. Di kantin sekolah ini lah pertama kalinya aku di perbudak oleh takdir, aku bertemu dia yang membuat pertama kalinya pipi ku memerah, degub jantung ku terasa terhenti hingga aku sendiri merasa ini bukan lah diri ku. Dia yang bernama Bryan, kakak kelas terfavorit di sekolah ini. kapten basket dan ketua OSIS di sekolah ku ini, banyak yang terpesona karisma nya bahkan berusaha mendekati nya tapi rumor yang beredar dia adalah senior yang sangat cool, bahkan susah untuk didekati. Saat aku terpana dalam diam tak sengaja mata kami beradu pandang, aku yang tak kuasa menahan malu mencoba sekeras mengalihkan pandangan ku agar rona pipi ini tak terbaca olehnya. entah aku yang kepedean tapi aku merasa dari tadi Bryan memperhatikan ku, sampai akhirnya sari mencolek lengan ku. "met, aku yang salah liat apa emang bener kak Bryan dari tadi merhatiin arah kita ya?,apa ada yang salah sama kita berdua?" sari ternyata juga menyadarinya. "kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh sari, gak mungkin kak Bryan merhatiin kita." atau kamu kali ada salah sama dia, hati-hati loh ini hari pertama kita masa' udah punya masalah aja sama senior." aku terkekeh sengaja menakutkan sari, sekalian mengalihkan rasa grogi ku. Tak lama kemudian pesanan kami di kantin datang, aku pun menyibukkan diri dengan menyantap sarapan ku pagi ini. bisa kehabisan nafas aku kalau sampai terus-menerus curi pandang sama Bryan apa lagi sampai kepergok sama dia hiihihihi. *** Bel sekolah berbunyi pertanda jam pelajaran di mulai, kami siswa-siswi baru di kumpulkan di lapangan pagi ini. hari ini adalah masa perkenalan kepada ketua OSIS dan para guru, cukup membosankan bagi ku apalagi pidato kepsek yang panjang lebar membuat mata semua siswa mengantuk. seusai kata penyambutan dari dewan guru selesai kami di lepas untuk melanjutkan kegiatan bersama para senior dan anggota OSIS, kami di bagi beberapa kelompok. dan memakai atribut khas siswa baru di sekolah, yang perempuan rambut di kuncir dua, memakai pita berwarna merah cerah. aku merasa seperti badut hari ini, ini lah hal yang paling tidak ku suka saat menjadi siswa baru di sekolah. Salah seorang kakak senior perempuan menunjuk ku maju ke depan, menyerahkan selembar kertas yang isi nya tugas-tugas yang harus aku kerjakan hari ini. tugas yang pertama adalah menyanyikan dengan lantang lagu Indonesia raya di depan semua orang yang berkumpul di lapangan hari ini, meski aku tak begitu pandai bernyanyi aku coba lakukan saja tugas pertama ini, meski awalnya aku sangat malu. selesai tugas pertama aku malah melongo saat membaca tugas kedua, yang isi nya meminta ku harus mencari ketua OSIS di sekolah ini dan meminta tanda tangan nya. hal tersulit rasa nya hari ini yang harus aku kerjakan,kenapa harus aku. aku hanya bisa mengeluh di dalam hati saja, toh tak mungkin untuk menolak nya. Aku berlari mencari keberadaan Bryan, aku yakin dia sengaja meninggalkan lapangan lebih cepat karna tau akan banyak tugas murid baru yang di perintahkan untuk meminta tanda tangan atau tugas yang berkaitan dengan nya. Aku mencoba mencari di kelasnya, di kantin bahkan di parkiran sekolah. lelah rasanya mencari aku putus kan istirahat di perpustakaan sekolah, kebiasaan ku memang kalau sudah jenuh lari ke perpustakaan sekolah paling tidak aku merasa tak mungkin senior ospek menemukan ku sedang bersantai di sini. namun apa yang aku temui di ruang perpustakaan yang lumayan luas ini, aku bertemu Bryan orang yang sudah susah payah aku cari dari tadi. aku berjalan perlahan mendekati nya yang sedang sibuk membaca, ku sodor kan kertas kosong dengan wajah tertunduk pelan ku ucap "maaf kak mengganggu saya butuh tanda tangan kakak, saya di tugas kan untuk mendapatkan tanda tangan kakak sudah dari tadi saya mencari kakak akhirnya ketemu disini." rasanya darah ku mengalir kencang hingga tubuh ini seperti hilang kendali, sulit rasanya mengontrol rasa grogi ku. Lawan bicara ku mendongak ke arah wajah ku, tak ku sangka senyum nya begitu manis menatap ku. "mengapa kamu bisa berfikir bahwa bisa menemukan ku disini?" Bryan bertanya tanpa meloloskan pandangan nya pada ku, seperti senang melihat ku yang menahan grogi saat berdekatan dengan nya. "maaf kan saya gak sengaja ketemu kakak disini sebenarnya saya sedang ingin beristirahat saja di sini, karna kalau capek atau bosan saya akan selalu datang ke perpustakaan." bodoh polos nya aku menjawab pertanyaan Bryan bisa mati aku kalau sampai ketahuan aku ingin bersantai disini. "eheeem, baik lah karna tempat favorit kita seperti nya sama aku akan mempermudah tugas kamu!" Bryan membubuh tanda tangan nya di kertas ku bahkan tak cuman itu Bryan juga meninggalkan no hp nya di kertas itu "ini no kontak ku,jika ada hal yang bisa aku bantu bisa langsung hubungi no ini. tapi sebelum kamu pergi apa aku boleh tau nama mu?? ooooh Tuhan benar kah ini Bryan memberikan no kontak nya dan menanyakan nama ku, hati ku lansung merasakan penuh bunga ooooh ini kah nama nya jatuh cinta...ini kah cinta pertama ku???? "nama ku meta kak, terimakasih sudah mempermudah tugas saya. saya pamit kak" jujur aku sebenarnya tak ingin cepat berlalu jika saja degub jantung ku bisa ku kontrol,oh tuhan aku telah jatuh cinta pada salah satu ciptaan terindah mu. aku lalu pergi beranjak dari perpustakaan dan berlari kecil dengan perasaan bahagia menuju lapangan, tugas ku selesai hari ini dan bisa beristirahat dengan tenang dengan membayangkan peristiwa tadi dan berharap bisa terulang di hari-hari berikutnya. *** Bel sekolah berbunyi tanda waktu kegiatan sekolah selesai hari ini, semua murid berdesakan pulang. aku yang hari ini tak di jemput oleh ayah memutuskan menunggu angkutan umum di halte, baru saja akan keluar gerbang sekolah suara kendaraan motor berhenti tepat di sebelah ku, aku sontak menoleh dan betapa kagetnya aku siapa orang yang mengendarai motor tersebut. bryan ooh tuhan spot jantung ku ternyata belum selesai hari ini. "mau ikut pulang bersama ku, aku bisa mengantarkan mu pulang sampai kerumahmu. aku yang hanya bisa tersenyum dan mengangguk kecil tanda bersedia lansung saja naik di atas motor itu. siapa yang bisa menolak tawaran kakak kelas terfavorit disekolah ini,hilang sudah lah kegigihan ku untuk tak jatuh cinta ternyata seperti ini jika cinta sudah memilih sekuat apapun melawan hati tak akan pernah bisa bohong.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
24.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
197.3K
bc

Kali kedua

read
223.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.4K
bc

MENCINTAIMU TANPA SENGAJA

read
1.3K
bc

Langit Tak Selalu Abu-Abu

read
125.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook