Adek Kelas

979 Kata
Dua motor sport memasuki gerbang SMA Pelita secara bersamaan. Setelah sampai di parkiran mereka melepas helm full face yang dikenakan dan mulai sibuk merapikan rambut mereka masing masing, mereka adalah Kevin dan Gilang. Namun, tak lama kemudian Kevin melihat mobil Keyra yang juga baru tiba parkiran. "Nyet, gue duluan ya!" Kevin menepuk pundak Gilang. "Yoi. Mau nyamperin Keyra kan pasti," tebaknya. Kevin hanya menunjukan deretan giginya lalu segera beranjak pergi. Gadis itu masih didalam mobil saat Kevin datang, kemudian Kevin mengetuk kaca mobil Keyra membuat gadis itu terlonjak kaget. Keyra melepas sealt beltnya dan segera turun dari mobil. "Haii!" sapa Kevin. Keyra hanya tersenyum tipis. Kevin menghela nafasnya pelan. "Masih marah ya?" tanyanya hati-hati. "Aku cewek murahan, iya kan? Aku nggak pantes buat kamu sayangin." ucap Keyra dingin. Rasanya tulang dalam tubuh Kevin mau rontok seketika. Ucapan Keyra sangat menusuk hati, tapi ia bisa memakluminya karena sekarang Keyra sedang marah akibat kelakuannya kemarin. Langsung saja Kevin mendekap tubuh Keyra. Keyra pasrah saat diperlakukan seperti itu. Baginya pelukan ini terasa begitu hangat dan nyaman. "Maafin aku Ra, aku emang salah. Aku nggak bermaksud ngomong gitu sama kamu, kemarin aku kebawa emosi. Terserah mau percaya atau nggak, aku udah jujur sama kamu. Aku udah cinta banget sama kamu, aku gak bakal biarin kamu pergi dari aku. Aku nggak sanggup kamu diemin gini." Tak kunjung ingin bicara, Keyra masih memejamkan mata menikamati pelukan Kevin. Hatinya selalu mempengaruhi untuk membalas pelukan Kevin namun raganya mungkin sedang tidak bersahabat dan juga gengsi terlalu menguasainya. "Please, maafin aku. Aku udah ngaku salah kan?" "Ya. Tapi emang maaf kamu bisa bikin hati aku nggak terluka lagi?" tanya Keyra membuat Kevin sulit menjawabnya. "Ra, aku tahu kamu marah. Tolong masalah ini jangan diperpanjang. Cukup kemarin aja kamu diemin aku. Jangan lebih dari ini.." Hati Keyra mulai luluh menatap mata Kevin yang lembut itu. Keyra juga tidak bisa berlama-lama marah pada Kevin. Ia menunduk, "Ya udah, aku maafin kamu" "Seriuss??" Kevin langsung semangat. "Ada syaratnya!" "Apa?" tanya Kevin penasaran. "Traktir aku makan yang banyak!" ujarnya kemudian. 'Segampang itu?? Dasar kamu, Ra! Bikin aku panik.' batin Kevin. "Gampang! Nanti aku traktir kamu yang banyak. Apa sih yang nggak buat kamu." Kevin mengusap kepala Keyra lembut sambil tersenyum lega.  ••••• Bel istirahat berbunyi, Keyra segera membereskan buku-bukunya dan memasukannya kedalam laci meja. "Lo kalo mau ke kantin duluan aja, Bill. Gue ada urusan bentar," "Mau kemana sih Key??" Nabilla menatap kearah Keyra. "Nyari tukang sedot wc." "Tukang sedot wc?? Ikut dong Key! Kebetulan wc gue lagi mampet nih," sahutnya. Keyra menghentikan acara beres-beresnya dan beralih menatap Nabilla dengan tangan terlipat di d**a. "Plis deh, b**o lo jangan kumat sekarang napa Bill" "Ya lagian gue nanya serius, lo-nya malah ngelawak. Gue takutnya lawakan lo garing makanya gue lawak balik haha." "Semerdeka lo aja Bill. Mendingan lo samperin Dava aja sono ajak ke kantin kek ato kemana. Tar gue nyusul." usul Keyra. "Good idea!" Nabilla menjentikkan jarinya lalu pergi setelah mencipika cipiki Keyra singkat. "Jaenab sableng!!" sarkas Keyra kesal. Yang diteriaki malah cekikikan dan menjulurkan lidahnya. Keyra keluar dari perpustakaan setelah menyelesaikan urusannya dan berniat ingin langsung ke kantin menagih janji Kevin tadi pagi. BRUKK.! "Aduhh..." rintihnya. Bukan, bukan Keyra yang jatuh. Melainkan siswi yang telah menabraknya. "Eh.. lo nggak papa?" Keyra membantunya berdiri. "M-ma-maaf Kak... Saya yang salah, saya jalan nggak pakek mata." ucap siswi itu menunduk ketakutan. Sedangkan Keyra malah tertawa renyah. "K-kok Kakak malah ke-ketawa sih?" cicit siswi itu. "Abisnya lo lucu sih, dimana-mana tuh ya kalo jalan ya pakek kaki bukan mata haha. Lo anak kelas 11 ya? Siapa nama lo?" "I-iya kak. Nama saya Marsella." "Aduh yaampun, kaku banget sih lo kayak serbet kering haha. Santai aja kalik jangan formal gitu ngomongnya. Kenalin, gue Keyra," ucapnya sambil mengulurkan tangan. Baik, asik, dan lucu. Itulah hal yang dipikirkan Sella saat ini. Tanpa sadar mereka sudah banyak mengobrol sambil berjalan karena saking asiknya. "Kakak ternyata asik juga ya orangnya. Beda sama yang sering dibilang anak-anak lain," "Oh ya? Emang pada bilang apa?" tanya Keyra santai. "Ya gitu deh pokoknya. Kakak kan terkenal badgirl, pasti galak dan jutek. Makanya gue tadi takut sama lo Kak. Tapi pas udah kenal, Kakak nggak kelihatan jutek tuh. Emang dasar ya orang-orang suka seenaknya menilai orang dari luarnya aja." jelas Sella dengan cengiran diakhir kalimatnya. "Yaelah, dikira gue bisa gigit apa pakek takut segala. Makanya lo jangan mudah terpengaruh sama omongan orang lain. Lo harus cari tau dulu kebenarannya. Buktinya sekarang lo tau kan sifat asli gue kayak gimana. Meski rada gresek dikit sih haha." keduanya saling tertawa lepas. 'Berasa punya adik',' pikir Keyra. "Btw lo jomblo?" "Yah Kakak mah.. emang aura kejombloan gue begitu terpancar ya?" Sella mengercutkan bibirnya. Kemudian Keyra tertawa mendengar ucapan Sella. "Jadi tuh gini, gue kasihan liat temen gue kayak orang kurang belaian gitu. Nah siapa tau cocok sama lo. Orangnya ganteng kok, pinter lagi." Diam-diam Keyra mempromosikan Gilang. Kurang ajar memang haha. "Buset dah. Emang siapa namanya Kak?" "Gilang Zinanta" "Kak Gilang??" Sella memastikan dan Keyra mengangguk. Tampak Sella langsung memalingkan wajahnya kesamping. Pipinya berubah jadi sangat merona. Kenapa ini?? Ia berharap semoga saja Keyra tidak melihat itu. "Lo kenapa Sell? Kok jadi salting gitu. Jangan-jangan lo emang naksir ya sama Gilang?" godanya. "Keyra" panggil seorang cowok yang kemudian menghampiri Keyra. "Umm.. Kak Key, kalo gitu gue duluan ya." pamit Sella buru-buru. "Oh, oke-oke. Kapan-kapan ngobrol lagi ya!" Sella mengangguk semangat sebelum akhirnya ia melongos pergi. "Eh, ternyata elo Al. Gimana luka lo? Masih sakit?" Keyra memperhatikan bekas luka di wajah Aldo. "Nggak kok, cuma kadang nyeri dikit." Keyra bernafas lega, itu artinya tidak terlalu parah bukan? "Eh kantin yukk.." lanjut Aldo. Ia langsung menggenggam tangan Keyra. Keyra diam tak mau bergerak ketika Aldo menarik tangannya. Aldo menengok ke belakang tanpa melapas genggamannya. "Kok malah diem sih Key?" tanyanya. "Bisa lepasin tangan lo dari gue? Gue gak enak sama Kevin kalo dia liat kita kek gini." pintanya. "Emang salah ya??" Aldo tetap bertahan saat tangan Keyra mencoba untuk melepaskan. "Lo gak denger apa gak paham sih, Al? Gue kan udah bilang. Gue gak enak sama cowok gue." Dam-diam Aldo menarik senyum liciknya dan semakin mengeratkan genggamannya. Membuat Keyra semakin kesusahan melepaskannya. "Al lepasin!" ucap Keyra lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN