Semilir angin menerpa wajah meeva yang terlihat memerah karena sedari tadi menangis terus. "Sampe kapan mau disini? Udah malem loh" ujar Kava seraya berdiri dibelakang meeva "Untuk apa kamu disini?" Tanya meeva lirih "Aku disini buat kamu" Kava langsung merengkuh tubuh meeva dan mengecup pucuk kepala gadis itu "Kalo kamu mikir aku bakal pergi setelah tau kalo kamu adalah anak koruptor, aku mungkin udah pergi dari tadi. Tapi sayangnya aku gak bisa" ujar Kava semakin membuat meeva bingung "Hati aku udah disini" ujar kava seraya menunjuk d**a meeva membuat gadis itu membeku dan berusaha untuk mencerna ucapan kava "Udah ke kamar gih. Udah malem" meeva hanya mengangguk lalu berjalan lesu disebelah kava Setibanya di lantai 23 kava dan meeva bertemu dengan anjani yang juga sedang berjal

