PART 6

1318 Kata
Rafa kembali menghampiri anjani dengan wajah yang tak secerah sebelum dirinya menerima telpon dari Rian. "Kamu kenapa?"tanya anjani sambil mengelus punggung tangan rafa "Gak kok. Aku gapapa"jawab rafa berusaha untuk menutupi semua hal yang belum lama terjadi "Serius? Kamu gak bohong kan sama aku?"tanya anjani sambil meneliti setiap inchi bola mata hitam legam milik rafa. Berusaha untuk mencari kebohongan pada diri rafa "Aku serius ayy. Udah yuk turun. Udah mulai siang nih. Kasian juga tuh dua sejoli ntar malah keenakan lagi tuh dikamar aku" ujar rafa dan hanya diikuti anjani dibelakangnya Selama didalam lift baik rafa maupun anjani hanya memilih diam. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. "Rafa kenapa sih? semenjak dari nerima telpon tadi dia jadi beda. Trus kayaknya dia habis nangis gitu. Dia kenapa sih?"batin anjani "Maafin aku an. Aku belum siap kamu tau tentang semua ini. Tentang masa lalu aku. Tapi aku juga belum siap kalo suatu saat kamu tau yang sebenarnya dan pergi ninggalin aku. Aku janji suatu saat aku bakal kasih tau yang sebenarnya"batin rafa sesaat sebelum pintu berdenting Mereka berdua akhirnya keluar lift untuk menuju kamar rafa. Setibanya dikamar, mereka berdua langsung terperangah kaget karena tidak ada seorang pun dikamar itu "Shinta sama raka kemana?"tanya anjani sambil menoleh kearah rafa sementara yang ditanya hanya mengangkat bahu tanda tak tahu Cepat-cepat anjani mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada shinta Anjani: nta lo dimana? Bukannya tadi lo dikamar rafa ya? Tak lama ada pesan balasan dari Shinta Shinta: gua di cafetaria. Eh kok lo tau gua tadi dikamar rafa sih. Jangan-jangan lo yang ngerencanain semua ini Anjani sempat terlonjak kaget saat membaca pesan balasan dari shinta. "Aduh gimana nih"gumam anjani membuat rafa memandangnya bingung "Kenapa?"tanya rafa seraya duduk ditepian ranjang "Nih baca sms dari nta"ujar anjani seraya menyodorkan kepada rafa. Rafa pun menerima ponsel itu dan langsung membacanya "Yaudah bales aja"jawab rafa seraya menyodorkan kembali ponselnya kepada anjani Akhirnya anjani langsung membalas pesan kepada shinta Anjani: lo lupa apa. Kan tadi gua yang nyuruh lo buat ke kamar dia "Semoga aja tuh anak kagak nanya lagi deh"gumam anjani seraya duduk disebelah rafa "Udah dibales?"tanya rafa dan hanya diangguki anjani "Takut"ucap anjani sambil menoleh kearah rafa "Takut apaan sih? Kan ada aku"ucap rafa seraya mencubit pipi anjani yang tembem "Arggghhh....sakit tau"ujar anjani dengan tatapan tajam "Habis punya pipi jangan tembem kayak bakpau napa. Ntar habis aku cubitin loh"ujar rafa seraya menumpukkan dagunya di pundak anjani "Kamu kenapa sih?"tanya anjani membuat rafa menoleh "I fine ayy"ucap rafa seraya mencium pipi tembem anjani Saat tengah asyik bercanda, tiba-tiba ada seorang gadis yang berteriak memanggil manggil nama rafa dan anjani "Rafa.....anjani"teriak shinta yang entah sejak kapan sudah berdiri didepan pintu kamar "Ngapa sih lo?"ujar rafa dengan tampang kesalnya "Lo udah janjian ya sama nih anak?"ujar shinta seraya menunjuk raka yang berdiri disebelahnya "Lo juga ya an?"tanya shinta lagi "Lah gua mah cuma disuruh. Nih anak dua yang bikin rencana"ujar anjani membuat rafa menatap anjani dengan tatapan yang sulit diartikan "Ayy. Jangan kasih tau"gumam rafa dengan nada berbisik kepada anjani "Ah lo mah. Tega. Udah tau gua masih ngantuk malah disuruh ke kamar si rafa. Mending kalo sebelahan, lah ini turun satu lantai"ujar shinta panjang lebar "Ya maaf. Gua kan juga disuruh sama cowok lo. Yang gua mau tanyain, emang sekarang lo masih ngantuk walaupun udah ada raka?"shinta hanya menggeleng "Yaudah deh. Nta balik ke kamar yuk. Gua belum mandi nih. Kamar juga belum diberesin"ajak anjani dan hanya diangguki shinta "Yaudah kita balik dulu ya"ujar anjani seraya melangkah keluar kamar "Ayy besok pagi otw ke ubud yuk"ucap rafa sukses membuat shinta dan anjani menoleh "Sama yang lain?"tanya shinta. Dan habya diangguki rafa "Oke. Ayo"ucap anjani sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar Setelah pintu kamar tertutup rafa langsung menarik raka yang tengah asyik berdiri di balkon "Ngapa lo narik-narik gua? Emang lo kira gua anjing apa ditarik-tarik"gerutu raka saat mereka sudah berada didalam ruangan "Meeva balik lagi ka"ucap rafa yang sukses membuat raka menoleh dan menatap rafa dengan ribuan pertanyaan di otaknya "Serius? Demi apa?"tanya raka bertubi-tubi "Serius. Pas tadi di rooftop gua ditelpon sama capt. Rian, nah disitu dia bilang kalo maskapai kita ngerekrut pilot baru dan ternyata dia itu woman pilot. Akhirnya gua tanyain namanya trus capt. Rian bilang kalo woman pilot itu namanya Meeva Patricia Halim"cerita rafa panjang lebar "Anjani udah tau?"rafa hanya menggeleng "Gua belum sanggup cerita sama dia. Gua belum sanggup kehilangan dia ka"ucap rafa membuat raka mengacak rambutnya frustasi "Kalo lo gak mau kehilangan anjani berarti lo harus cerita kalo meeva itu masa lalu lo. Apa lo mau cerita kalo misalnya si meeva udah PDKT lagi sama lo dan anjani udah ninggalin lo?"ujar raka sedikit berteriak. Untungnya kamar hotel tersebut kedap suara jadi berteriak sekencang apapun tidak akan terdengar "Tapi gua belum nemu waktu yang pas buat nyeritain semuanya"ujar rafa seraya bergegas menuju balkon "Yaudah nanti aja. Kalo sekarang kan dia belum tau meeva yang mana. Lo nyeritainnya itu kalo misalkan meeva PDKT lagi sama lo trus si anjani cemburu. Nah disitu lo ceritain semuanya"ujar raka memberi saran dan hanya diangguki oleh rafa "Okee"ujar rafa bertepatan dengan berderingnya ponsel raka. Dengan cepat raka menlihat nomor yang terpampang di ponselnya "Gua angkat telpon dulu"ujar raka sesaat sebelum ia mengangkat telpon dan rafa pun hanya mengangguk "Hallo"ujar raka "Hallo"ujar seseorang diseberang sana yang ternyata adalah seorang wanita "Maaf ini siapa ya?"tanya raka sopan "Ini aku meeva"ujar cewek yang ternyata adalah meeva. Membuat raka tersentak kaget "Meeva raf"bisik raka membuat rafa juga ikut tersentak kaget "Lo tanyain kenapa dia balik lagi ke indo? Ya basa-basi gitu lah"jawab rafa dengan suara berbisik sementara itu raka hanya mengangguk "Meeva? Lo balik ke indo?"tanya raka yang pura-pura tidak tau tentang kepulangan meeva ke indonesia "Iya. Aku nanti kerja di maskapai yang sama kayak lo"raka hanya ber'oh' saja saat meeva berbicara seperti itu "Oh ya kenapa lo balik ke indo? Bukannya di dubai udah enak ya? Tinggal disana trus kerja jadi woman pilot disana"ujar raka yang berusaha mencari tau tujuan meeva kembali ke indonesia "Sebenarnya tujuan gua balik ke indo bukan semata karena gua direkrut sama maskapai lo tapi karena gua pengen ketemu seseorang"jawab meeva sukses membuat perasaan raka menjadi tak enak "Seseorang?"ujar raka membuat rafa menoleh begitupun dengan raka. Mereka saling pandang "Iya. Gua mau ketemu rafa. Gua kangen sama dia. Gua pengen ngajak dia balikan"raka langsung loudspeaker ucapan meeva supaya rafa dapat mendengarnya "Balikan? Gila lo va. Setelah apa yang lo lakuin ke rafa, trus dengan gampang pengen ngajak balikan?"ujar raka dengan nada sedikit emosi "Ya itu kan masa lalu ka. Gua juga mau minta maaf sama dia"jawab meeva lesu "Mending kalo dia belum punya cewek. Lah kalo udah punya?"tanya raka dengan perasaan was-was "Kalo pun rafa udah punya cewek. Gua bakal tetep ngerebut rafa dari cewek itu gimana pun caranya"jawab meeva membuat raka dan rafa saling pandang "Dan seandainya aja tuh cewek gak mau ngelepasin rafa. Gua yang bakal bikin hidup cewek itu gak tenang. Dan bisa aja gua nyelakain dia hingga tewas supaya gua bisa dapetin rafa"lanjut meeva membuat kedua lelaki ini tak berdaya "Gila lo va. Jangan over deh. Mending kalo rafa mau balikan sama lo kalo gak?"ujar raka berusaha menyembunyikan ketakutannya "Gua bakal berusaha terus sampe dia bertekuk lutut dan nyatain cinta ke gua"jawab meeva "Yaudah. Gua mau istirahat nih. See you in jakarta ka"ucap meeva sebelum sambungan telpon terputus "Hmmm"jawab raka seraya memutus sambungan telpon Setelah sambungan telpon terputus baik rafa maupun raka hanya memilih diam "Secepatnya lo cerita sama anjani"tutur raka dan hanya diangguki oleh rafa "Please jangan kasih tau anak-anak yang lain kalo meeva balik. Biar mereka tau sendiri dan setelah mereka tau baru gua ceritain yang sebenarnya ke mereka"kali ini gantian raka yang mengangguk Setelah itu mereka berdua kembali terdiam dengan ribuan pikiran yang berkecamuk didalam otaknya. Berusaha memikirkan nasib hubungan mereka masing-masing yang mungkin saat ini sedang di uji dengan datangnya meeva. Gadis cantik di masa lalu rafa yang mempunyai seribu cara licik untuk mendapatkan apa yang ia mau. *****BERSAMBUNG*****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN