PART 5

1077 Kata
Jam sudah menunjukkan pukul 04.30 dan saat ini baik rafa maupun anjani masih asyik menonton acara televisi. Tak berapa lama terdengar suara nyaring dari ponsel milik rafa. "Raf tuh hp kamu bunyi"ujar anjani sesaat sebelum ia menyantap cemilannya lagi "Iya. Palingan juga dari raka"jawab rafa seraya berjalan menuju nakas untuk mengambil ponselnya Dilihatnya ternyata ada 1 pesan yang masuk yang ternyata dari raka Raka: raf gua udah sampe hotel. Hotelnya tante shireen kan? Dengan cepat rafa membalas pesan tersebut Rafa: yaudah gua otw ke lobby nih Setelah membalas pesan kepada raka, rafa langsung membuka pintu kamar "Ayy, aku ke lobby dulu ya. Mau ngejemput si raka. Kamu ke kamar aja deh takutnya si shinta udah bangun trus nyariin kamu. Tapi kamunya hilang"ujar rafa yang sudah berdiri diambang pintu "Emang kamu kira aku hantu apa pake hilang-hilangan segala"ucap anjani seraya menyusul rafa "Kalaupun hantu tapi kamu tetep cantik kok. Buktinya aku bisa takluk sama kamu. Walaupun kamu tuh dijuluki pramugari paling jutek di GI"ujar rafa membuat anjani membulatkan matanya "Kamu tau darimana?"tanya anjani saat mereka sudah berada diluar kamar. Dan rafa sedang mengunci pintu "Ada deh"ujar rafa seraya berjalan mendahului anjani membuat anjani menjadi kesal dan mengejar rafa. Tapi nihil. Rafa sudah langsung berlari terlebih dahulu dan masuk ke dalam lift. "Awas aja kamu raf"gerutu anjani seraya masuk kedalam lift untuk kembali ke kamarnya. Sementara itu rafa yang sudah tiba di lobby langsung melangkah mencari raka Rafa: lo dimana? Gua udah di lobby nih Tulis rafa pada pesan WA yang ia kirim ke raka. Tak lama ada pesan balasan dari raka Raka: di lobby. Sofa pojok ruangan Rafa yang sudah mengetahui tempat itu langsung menuju kesana. Tak lama rafa menampak seorang pria yang masih mengenakan seragam kebesarannya sebagai pilot yang tengah asyik bermain ponsel "Ka"ujar rafa membuat pria yang ternyata raka itu langsung menoleh "Akhirnya turun juga lo. Gua udah lama nih nunggu"gerutu raka seraya menghampiri rafa. Sementara yang ditegur hanya bisa menggaruk kepala yang tak gatal "Ya sorry. Ya udah langsung ke kamar aja ya" raka hanya mengangguk. Kemudian ia langsung mengenakan topi kebesarannya dan menarik koper yang selalu menjadi teman disaat ia flight. "Gua sms anjani dulu ya"ujar rafa dan hanya diangguki raka Rafa: ayyy Tak lama ada pesan balasan dari anjani Anjani: apaan? Rafa: nta udah bangun? Anjani: udah. Dia lagi dikamar mandi. Emang kenapa? Rafa: hmmm...nanti bilangin dia suruh ke kamar aku Anjani: okeeyy. Emang raka udah sama kamu? Rafa: udah. Nanti raka bakal stay dikamar aku. Anjani: terus kamu? Bakal stay juga dikamar? Kamu mau jadi orang ketiga? Rafa: ya nggak lah. Setelah raka masuk, aku langsung pergi begitupun kamu. Jadinya setelah shinta pergi kamu juga pergi. Ngerti? Anjani: pergi kemana? Rafa: janjian di rooftop hotel Anjani: okeeyyy Rafa: see you ayy Anjani: see you too Pintu lift berdenting bertepatan dengan rafa yang telah usai membalas pesan anjani. "Yaudah lo masuk kamar gih. Gua mau ke rooftop dulu"raka hanya mengangguk dan ia langsung memasuki kamar rafa. Setelah pintu tertutup rafa langsung melangkah menuju rooftop hotel untuk menikmati udara pagi dan juga sunrise di ufuk timur. Sementara itu dikamar anjani, shinta tengah asyik bermain ponsel saat anjani datang dan duduk ditepi ranjang "Ta, lo disuruh ke kamarnya rafa"ujar anjani dengan mimik wajah juteknya "Disuruh siapa?"tanya shinta dengan wajah bingungnya "Ya rafa lah"ujar anjani lalu melenggang pergi keluar kamar "Astaga masih pagi udah jutek aja bu"ujar shinta seraya membuka pintu kamar hotel "Kemana si anjani? Udah ngilang aja tuh anak kayak hantu"ujar sinta sesaat sebelum ia menutup pintu kamar dan melangkah menuju kamar rafa Setibanya dikamar rafa, shinta langsung mengetuk pintu. Lama tak ada jawaban akhirnya shinta memutuskan membuka handle pintu. Sedikit kaget karena ternyata pintu sama sekali tak dikunci Dan dengan perasaan ragu akhirnya shinta memutuskan untuk masuk kedalam kamar. Bola mata hazel milik shinta terus mencari sosok yang tadi disebut anjani hingga akhirnya ia menangkap sosok lelaki yang tengah berdiri dibalkon. Ia membelakangi shinta "Itu rafa? Tapi kok dia rada pendek ya?"gumam shinta seraya melangkah mendekati sosok lelaki itu. Hingga akhirnya shinta dapat mencium bau parfum yang dikenakan oleh lelaki itu. Lelaki yang selama ini ia rindukan. "Raka?"gumam shinta dan disaat yang bersamaan lelaki itu menoleh dan shinta pun langsung memeluknya "I miss you ka"ucap shinta masih dalam pelukan raka. Raka yang sebenarnya juga kangen dengan shinta hanya bisa mengecup pucuk kepala gadis yang ia cintai itu "Miss you too beib"balas raka sebelum ia kembali mengecup pucuk kepala shinta Sementara itu di rooftop hotel nampak dua insan yang tengah asyik bersenda gurau. Mereka adalah anjani dan rafa. Dan disaat mereka tengah asyik bercanda tiba-tiba ponsel milik rafa berdering tanda ada telpon yang masuk "Ayy aku angkat telpon dulu"anjani hanya mengangguk dan setelahnya rafa bangkit dari duduknya dan sedikit menjauh dari anjani karena ia ingin mengangkat telpon "Hallo"ujar rafa kepada orang yang ada diseberang sana "Hallo. Ada apa Capt. Rian telpon saya?"tanya rafa kepada seseorang yang bernama Rian itu "Begini capt. Captain kapan pulang dari bali?"tanya rian membuat rafa sedikit mengerutkan kening "Mungkin 3-4 hari lagi. Memangnya kenapa?"tanya rafa lagi "Itu capt. Belum lama maskapai kita merekrut pilot baru tapi dia cewek"ucap rian membuat rafa sedikit tercengang "Woman pilot?"tanya rafa dan hanya dijawab deheman oleh rian "Iya capt. Dia woman pilot. Dia awalnya di salah satu maskapai luar negeri tapi karena maskapai kita butuhin pilot akhirnya dia direkrut buat kerja dimaskapai kita karena dia punya skill yang bagus. Tapi saya mohon captain bisa kan ajarin dia beberapa hal?"tanya rian ragu "Tentu. Kalo boleh tau siapa namanya?"tanya rafa "Meeva Patricia Halim"ucap rian sukses membuat rafa terdiam seribu bahasa "Do you repeat his name?"tanya rafa "Meeva Patricia Halim capt"jawab rian dan seketika sambungan diputus sepihak oleh rafa Rafa hanya bisa terpaku ditempat setelah rian menyebutkan sama seorang gadis. Gadis yang dulu pernah mengisi relung hatinya dan juga gadis yang sudah membuatnya terluka "Kenapa...kenapa mesti dia? Dan buat apa dia balik lagi kesini?"gumam rafa seraya bersandar pada sebuah pilar. "Apa belum puas lo bikin gua hancur? Buat apa sih lo balik lagi? Apa lo belum puas bikin gua sakit hati atas semua perlakuan lo ke gua? Gua mencintai lo karena cintai. Tapi apa? Lo mencintai gua karena materi. Gua salah nilai lo. Kenapa lo harus balik lagi disaat gua udah bahagia dengan yang lain?" Gumam rafa dengan pipi yang sudah basah dengan air mata. "Gua harap lo dateng kesini bukan untuk mengungkit masa lalu kita dan bukan untuk ganggu hubungan gua dengan pasangan gua"gumam rafa sebelum akhirnya ia kembali menghampiri anjani yang masih setia duduk ditempatnya. *****BERSAMBUNG*****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN