Happy Reading . . . *** "Maafkan aku." Kalimat itu pun mengisi keheningan yang terjadi di antara dua orang yang sedang duduk berhadapan di kursi meja makan, dan saling memberikan tatapan yang tidak bisa diartikan. "Apa maksud dari semua hal yang kau ucapkan itu, Venezio? Aku sungguh tidak mengerti dengan dirimu yang sekarang." "Aku tahu hal ini membuatmu menjadi merasa tidak mengerti-" "Aku mengerti! Aku sungguh sangat mengerti dengan kau sudah menemukan yang lebih baik di luar sana. Tetapi kenapa, Venezio? Kenapa? Aku ingin mengetahui kenapa kau bisa sampai mengambil keputusan ini setelah satu hari yang lalu aku mengetahui perselingkuhanmu itu? Bisakah kau menjelaskannya?" "Semuanya terjadi begitu cepat, Norah. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga hati dan perasaanmu." "Ked

