Alif buru-buru berlari ketika meliha Kenanga ingin pergi dari tempat itu. Selama tiga hari ia mendapatkan beberapa pelajaran berharga dari Panglima Rangkem, termasuk kesepakatan yang ia jalin sepihak tanpa melibatkan Kenanga. "Ken, maaf. Aku tak bermaksud meninggalkanmu. Tapi aku memang harus di sana selama tiga hari. Pernikahan kita sudah disiapkan. Aku hanya butuh kesiapanmu saja. Tolong jangan pergi," ucap Alif, persisnya mengiba. Ia sudah menahan rindu luar biasa selama tiga hari lamanya. Kenanga memicingkan matanya. Ia sedikit ragu dengan keteguhan hati Alif. "Baiklah, ini harta terakhirku." Alif memberikan kepingan emas berukiran namanya pada Kenanga.. "Itu mahar dan tanda kesungguhanku padamu. Tolong percayalah." Alif menatap Kenanga dengan penuh harap. Baru kali ini ia dibuat

