Part 7

873 Kata
Kemudian mereka pun langsung berangkat begitu pula dengan keluarga besar mereka yang berangkat dari rumah masing-masing dan langsung bertemu di Dae restoran. "Pa, Clein ke toilet dulu!" pamit Clein. "Kamu gak berniat kaburkan princess? " tanya Jasen. "Tenang aja, Pa, aku belum berniat jadi gelandangan pinggir jalan. Aku langsung menyusul ke ruangan, " jawab Clein. "Kamu ini ada-ada saja, jangan salah ruangan, ruang VIP 1," ucap Jasen. "Iya, Pa," balasnya. Kemudian Clein pun pergi menuju toilet, tiba-tiba di depan toilet. Bruk... "Lo gak punya mata buat jalan, hah?" bentak orang yang menabrak. "Maaf," balas Clein sambil berdiri. "Lo tuh enak tinggal bilang maaf, gimana dengan baju gue yang kotor gara-gara lo tabrak," ucapnya. "Tapikan yang menabrak anda, anda lari sementara saya hanya jalan," balas Clein, kemudian mau pergi berlalu. "Eitz, lo mau kemana? Sebentar, sepertinya gue pernah lihat lo deh. Tapi dimana ya, lo pernah ketemu gue?" tanyanya. "Hmm, di sekolah," jawab Clein. "Ah iya, sekarang gue tau lo itu si nerd girl. Btw, gak bareng si nerd boy. Yang entalah namanya siapa, kalian kan lengket bagai perangko dan amplop, " ejeknya. "Sudah selesaikan kakak Jesellyn, aku mau ke toilet kalau gitu," ucap Clein. "Ya sudah selesai untuk sekarang, tapi besok disekolah aku akan membalasmu. Karena kau sudah berani melawanku," ucap Jesellyn. "Aku tunggu itu!" balas Clein. Setelah itu Clein langsung masuk ke dalam toilet dan setelahnya langsung menuju ke ruangan yang telah disebutkan papanya tadi. "Aku tidak terlalu lamakan, Pa?" tanya Clein. "Tidak kok," jawab Jasen. "Opa sama oma dimana? " tanya Clein. "Biasa bergabung dengan temannya, kan mereka lama tidak bertemu," jawab Jasen. "Ya sudah, kalau begitu aku akan menghampiri opa sama oma terlebih dahulu, Pa," balas Clein. "Iya," ucap Jasen. Kemudian Clein langsung pergi menuju ke meja opa dan omanya yang tengah berkumpul berenam dan dua orang disana tak dikenal oleh Clein. "Hallo, Opa, Oma, Clein kangen kalian berempat," sapa Clein dan langsung mencium pipi kedua opa dan omanya bergantian. "Nah sayang, ini teman opa. Namanya Robert dan yang di sebelahnya itu istrinya namanya Angelin," ucap opanya (David). "Hallo opa, oma. Senang bertemu opa sama oma, aku Clein," ucap Clein. "Hallo Clein, kami juga senang bertemu denganmu,"ucap Angelin. "Kamu sudah tau kenapa ada perkumpulan ini?" tanya Robert. "Sudah opa, semalam papa sama mama sudah memberi taukannya," jawab Clein. "Clein, kamu duduk di sini aja bagaima? Bersama opa dan oma di sini, di sini kursinya masih kosong 4," ucap opanya (Michael). "Oke opa, sebentar aku omong sama papa dan mama dulu," ucap Clein. "Iya, pamitlah dulu," balas Omanya (Celia). Kemudian Cleinpun menuju kemeja papa dan mamanya duduk dan mengatakan pada mereka bahwa ia akan duduk di meja opa dan omanya, Nic pun ikut dengan Clein duduk dimeja opa dan omanya. "Opa, oma Nic ikut disini gak papa kan?" tanya Nic dengan mengeluarkan puppy eyesnya. "Iya gak papa," Jawab omanya (Emily). "Nah Nic, kamu kenalan sama temen opa dulu. Namanya Robert dan di sampingnya adalah istrinya, namanya Angelin," Ucap David. "Hallo opa, oma. Nama Nic adalah Nic," ucapnya, kemudian disambut ketawa oleh yang ada dimeja itu. "Sudah lama saya tidak tertawa seperti ini, cucu kalian berempat benar-benar unik," ucap Robert, setelah bisa mengendalikan dirinya. "Lah, memangnya ada yang lucu?" tanya Nic. "Coba kamu pikirkan apa yang barusan kamu ucapkan sayang," ucap David. "Hmm ..., sebentar. Aku barusan bilang hallo opa, oma, nama Nic adalah Nic. Sudah hanya itu saja, sepertinya tidak ada yang lucu," jawab Nic masih sambil berpikir. "Jadi ...," ucap Michael. "Ah iya, hehe," ucap Nic yang kemudian tertawa sendiri dan mukanya memerah, karena malu. "Lihat Nic, sekarang mukamu memerah seperti apel loh," goda Clein, yang kemudian orang semeja v itu tertawa lagi. "Shutt ... diem aja kamu Clein," ujar Nic. "Sudah, sudah, ayo kita makan dulu aja," ucap Angelin. Kemudian mereka makan hidangan yang disajikan dan setelah makan mereka berbincang-bincang, sambil menunggu jam 8 yang artinya acara akan dimulai. "Oke, oke, Clein. Saya mau tanya apa yang papamu beri tau kan?" tanya Robert. "Papa memberi tau, kalau hari ini Clein akan bertemu dengan orang yang dijodohkan dengan Clein," jawab Clein. "Apakah hanya itu saja?" tanya Robert. "Ehmm, sepertinyan iya deh," jawab Clein sambil masih mengingat-ingat. "Yakin? " tanya Robert. "Ah, katanya hari ini pertunangannya akan berlangsung," jawab Clein. "Tak ada lagi " tanya Robert "Tidak," jawab Clein. "Pasti?" pancing Robert. "Pasti!" jawab Clein. "Berarti ada yang belum diberi taukan oleh papamu," ucap Robert. "Apa yang belum papa beri tau? " tanya Clein. "Sebenarnya kami sebagai opa dan oma pasti menginginkan yang terbaik untuk cucu kami. Nah saat kami mendengar bahwa cucu kami di jodohkan dengan anak iblis itu oleh anak kami, kami meminta agar dibuat pertemuan keluarga. Antara keluarga kami dan keluarga anak iblis itu, awalnya kami pikir pasti dia itu anak baik-baik. Kami juga berfikir bahwa tidak akan ada masalah kalau Aviel cucu kami dijodohkan dengan anak iblis itu, kami pun juga berfikir kalau Aviel pasti bahagia. Tapi beberapa hari kemudian kami melihatnya tengah berciuman dengan laki-laki lain disuatu restoran, tepatnya tiga minggu sebelum hari ini. Lalu seminggu yang lalu Aviel datang kerumah kami dan dia sampai memohon-mohon dengan agar kami membantunya membebaskan dari perjodohan itu. Karena Aviel ngomong kalau dia tidak suka di jodohkan dengan anak iblis itu, akhirnya kami menghubungi opamu," jelas Robert. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN