Part 6

847 Kata
Seminggu kemudian... "Clein, kami mau berbicara suatu hal yang penting," ucap Jasen, saat mereka tengah kumpul bersama di ruang keluarga. "Lah ini memangnya papa sama mama gak lagi berbicara, kan ini papa sama mama juga lagi berbicara," gurau Clein. "Jangan bercanda princess, ini tuh lagi serius dan tegang," balas Jasen. "Iya, jadi papa sama mama mau bilang apa?" tanya Clein. "Opa menjodohkanmu dengan cucu temannya," jawab Keyra. "Sa-" ucap Clein. "No!" sahut Leon, Iro, dan Rio bersamaan. "Kan yang dijodohin Clein, kenapa kalian bertiga yang menolak?" tanya Jasen sambil memelototi ketiga anak laki-lakinya. "Jadi digini ya, Pa, kami itu gak mau sampai opa menjodohkan Clein dengan orang yang salah. Apalagi Clein itu satu-satunya adik perempuan kami," jawab Leon. "Opa kalian pasti akan memilih yang terbaik buat cucunya, jadi kalian bertiga tidak perlu sampai sekuatir itu," balas Jasen. "Jadi gimana, kamu mau, Princess?" tanya Jasen. "Emm, kenapa yang dijodohi harus aku? Kok gak Kak Neta atau Thea aja?" tanya Clein. "Neta sama Thea sudah punya pacar dan cucu perempuan Opa yang belum punya pacar dengan umur yang tidak terpaut jauh dengan cucu temannya hanya kamu," jawab Jasen. "Memang umurnya berapa, Pa?" tanya Clein. "16 tahun," jawab Jasen. "Selisih satu tahun dong ya sama aku, Pa," ucap Clein. "Iya," balas Jasen. "Namanya siapa, Pa?" tanya Clein. "Nah, itu dia papa lupa namanya, Princess," jawab Jasen. "Namanya Aviel, kalau gak salah satu sekolah kok sama kalian," ucap Keyra. "Kak Rio, Kak Iro kalian punya teman yang namanya Aviel gak?" tanya Clein. "Hmm.., Aviel, Aviel siapa?" Ucap Rio sambil berfikir. "Sepertinya gak ada deh," Jawab Iro. "Ma sepertinya gak satu sekolah sama kami deh, katanya Kak Iro dan Kak Rio mereka gak punya teman namanya Aviel," ucap Clein. "Entahlah, Mama juga bingung," ucap Keyra. "Sudahlah, jadi gimana princess kamu gak ada masalahkan?" tanya Jasen. "Gak masalah kok, Pa, memang kapan akan ketemuan?" tanya Clein. "Besok di Dae restoran, jam 6 malam," jawab Jasen. "Siapa aja yang datang, Pa?" tanya Leon. "Papa sih kurang tau, tapi rasanya cuma keluarga besar kita sama keluarga besar Aviel," jawab Jasen. "Itu lebih baik, karena gak ada orang luar sama sekali," balas Leon. "Tapi, Pa, kalau aku gak cocok gak akan dilanjutkan perjodihanny, 'kan?" tanya Clein. "Nah, itu masalahnya princess, opa kamu dan temennya ingin kalau kalian berdua besok langsung bertunangan," jawab Jasen. "Hah?" sahut Clein kaget. "Harus ya, Pa?" tanya Clein. "Ya mau gimana lagi, itukan kemauan opa kamu. Papa sama mama bisa berbuat apa coba?" jawab Jasen. "Ya sudahlah, dilihat besok aja," balas Clein. "Ya sudah, sekarang kalian pergi tidurlah. Besok masih harus sekolah, 'kan?" ucap Keyra. "Iya, Ma," balas mereka berempat. Kemudian mereka langsung pergi kekamar masing-masing dan menyelami dunia mimpi. --- Keesokan pagi harinya, seperti biasa mereka sarapan bersama sekeluarga. Setelah itu Clein berangkat bersama dengan Nic. "Clein, kamu kok jahat sih sama aku," ucap Nic dengan nada yang dibuat-buat seolah-olah dia ngambek, saat mereka perjalanan menuju ke sekolah. "Jahat darimana sih, Nic?  Jelas-jelas aku baik hati dan tidak sombong gini loh," tanya Clein. "Kamu kenapa gak memberi tau aku, kalau kamu dijodohin sama cucu temannya opa?" jawab Nic. "Jadi kamu juga sudah tau masalah itu?" tanya Clein. "Iya, jadi kenapa gak beri tau?" jawab Nic. "Aku aja baru tau semalam, saat pulang dari makan," balas Clein. "Kamu baru tau semalam, padahal acaranya hari ini?" tanya Nic dengan nada terkejutnya. "Iya," jawab Clein. "Ini benar-benar gila!" balas Nic. Mereka melanjutkan dengan berbicara berbagai hal hingga tak sadar telah tiba disekolah dan langsung memarkirkan sepedanya. Setelah memarkirkan sepedanya mereka menuju kekelas bersama dan duduk sebangku. Setengah jam kemudian bel  berbunyi, tanda bahwa pelajaran pertama dihari itu akan segera dimulai. Menit demi menit berlalu hingga tak terasa jam telah menunjukan pukul 2 siang, yang berarti pelajaran dihari itu telah berakhir. Para siswa dan siswi pun berhamburan keluar kelas untuk segera pulang, ada juga yang menuju ke ruangan tertentu disekolah itu untuk mengikuti extrakulikuler. Seperti halnya Nic dan Clein, mereka mengikuti extrakulikuler bisa dibilang cukup menyenangkan bagi yang suka berpetualang. Mungkin kalau dilihat-lihat peminatnya ada banyak, tetapi yang mendapatkan ijin dari orang tua mereka tidaklah banyak. Penasaran mereka mengikuti extrakulikuler apa? Mereka ikut extrakulikuler pencinta alam guys. Mereka berdua memang sangat suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan alam, bahkan saat kecil Nic berfikir untuk hidup di gua. Sama seperti manusia purba (wkwkwk...), tapi sayangnya ide itu tidak dituruti oleh orang tuanya. Nic dan Clein pulang dari extrakulikuler jam 4 sore dan sampai rumah pukul setengah lima sore. --- "Clein, kamu segeralah mandi dan memakai gaun yang ada di kamarmu. Mama tunggu kamu di kamar mama, " ucap Keyra, saat Clein masuk ke dalam rumah. "Siap, Ma," jawab Clein. Kemudian Clein segera kekamarnya mandi dan mengenangkan gaun yang telah disiapkan oleh mamanya dan segera menuju ke kamar mamanya. Sesampai di kamar mamanya, Clein di poleskan make up senatural mungkin oleh Keyra. Setelah selesai mereka langsung turun ke ruang keluarga, menghampiri Jasen, Iro, dan Rio yang tengah menunggu mereka berdua. "Ayo berangkat, Kak El," ucap Keyra. "Iya, ayo, An," balas Jasen. "Kita hari ini berangkatnya jadi satu mobil aja!" tegas Jasen. "Sip!" balas mereka berempat bersamaan. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN