Para siswa dan siswi pun menjalani ospek dengan beraneka ragam perasaan. Ada yang senang, ada juga yang malas. Tanpa terasa waktu terus berlalu, tepat jam 14:00 para siswa dan siswi yang mengikuti ospek diperbolehkan pulang.
Malam hari, Rumah Jasen & Keyra ...
"Gimana ospek kalian berdua hari ini?" tanya Jasen.
"Tadi tuh, ada cabe-cabean yang sok banget, Pa. Ya terus aku kerjai aja bereng sama Nic, masih untung yang punya ide ngerjain aku. Coba kalau Nic yang punya ide, bisa habis tuh cabe-cabean," cerita Clein.
"Memangnya kenapa nih sampai princessnya papa ini kok ngerjain orang?" tanya Jasen.
"Karena tadi kan aku sama Nic telat, masa iya orang telat dikatain bodoh. Ya aku sama Nic gak terimalah, ya sudah kita berdua kata-katain si cabe-cabean. Lalu dia gak terima, entah gimana terus jadi kejar-kejaran sampai ke tengah lapangan," jawab Clein.
"Iya, sampai nubruk orang," sahut Leon lalu tertawa, karena membayangkannya.
Yang kemudian disusul tawa yang lainnya.
"Siapa yang kamu tubruk, Princess?" tanya Jasen.
"Hehe ..., itu aku gak tau, Pa. Tapi Kakaknya ganteng," jawab Clein mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jadi sekarang ada yang lebih ganteng dari Papa nih, Princess," goda Jasen.
"Gak kok, Pa. Papa tenang aja, Papa tetap selalu yang paling ganteng," ucap Clein.
"Papa sama mama mau tau gak? " tanya Iro.
"Mau tau apa?" tanya Jasen dan Keyra kompakkan.
"Mau tau bagaimana posisi Clein jatuh," jawab Iro.
"Jadi bagaimana posisi jatuhnya Clein tadi?" tanya Keyra dengan bersemangat.
"Jadi tadi Clein jatuhnya menimpa orang yang ditabraknya," jawab Iro.
"Kak Iro, jangan bongkar aib dong!" protesClein.
"Nah, yang ditabrak itu Davin, Pa. Ketua mpk sekolah yang terkenal dingin itu, untungnya dia gak marah-marah," ucap Leon histeris.
"Iyalah, bagaimana dia mau marah. Orang gak dikasih kesempatan ngomong sama Clein," sahut Iro.
"Iya juga sih, habis jatuh Clein langsung berdiri. Lalu langsung ngomong maaf berkali-kali dan langsung terpotong sama Kezia yang ngomel-ngomel gak jelas," ucap Leon.
"Untung aja adik aku, kalau gak sudah dapat hukuman," ucap Leon.
"Ya udah kids, sekarang kalian langsung tidur aja. Sudah malam," ucap Keyra.
Kemudian mereka pun berpamitan ke kamar masing-masing.
***
Keesokkan harinya Clein dan Nic berangkat lebih awal, sehingga mereka tidak terlambat lagi.
"Nic, aku rasanya males ikut ospek deh. Gimana kalau kita ke ruangan khusus di sini aja? Aku tau passwordnya dari Kak Neta," ajak Clein.
"Boleh tuh, lagian ini terlalu pagi," balas Nic.
Kemudian mereka pergi menuju ke tempat dimana ruangan tersebut dan setelah sampai disana Clein pun segera memasukkan passwordnya. Setelah itu pintunya pun terbuka dan mereka langsung masuk dan bercanda gurau, hingga lupa waktu.
Drt... drt...
"Hpmu bunyi tuh Clein," ucap Nic.
"Aku angkat telepon dulu Nic, dari Kak Leon," ucap Clein.
'Hallo, kenapa kak? '
'Kalian berdua dimana?'
'Kami di ruangannya Kak Neta.'
'Kalian segera turun ke bawah, bel nya sudah bunyi sejak setengah jam yang lalu.'
'Hah? Kok aku gak denger sih kak? '
'Ya, gimana mau denger kalau kalian ada diruangan yang kedap suara gitu.'
'Hehehe, iya juga sih kak. Tapi kak nanti kalau ditanyai, sama kakak osisnya kami dari mana, jawab apaan? '
'Tenang aja, sekarang sesi pengumpulan tanda tangan. Jadi gak akan ada yang menanyai kok.'
'Oke kak, bye'
"Ayo kita turun ke bawah," ajak Clein.
"Ngapain sih? Kan belum bel, nanti aja aku males," balas Nic.
"Katanya Kak Leon sudah bel dari setengah jam yang lalu," ucap Clein.
"Kok aku gak denger sih?" tanya Nic.
"Ya kali denger, kita aja ada diruangan kedap suara," jawab Clein.
Kemudian mereka langsung turun menuju lapangan dan mereka pun melihat banyak siswa dan siswi yang dikerjai oleh para osis dan mpk. Mereka langsung menghampiri Leon yang sedang duduk dibalik pohon beringin, sehingga tidak akan terlihat apabila tidak teliti. Darimana Clein dan Nic tau ? Saat mereka turun dari tangga, tanpa sengaja mereka melihatnya.
"Kak Leon, minta tanda tangannya dong," ucap Clein.
"Iya kak, aku juga," sahut Nic.
"Kalau aku gak mau gimana?" tanya Leon.
"Aku beliin buku yang Kak Leon mau deh. Nanti pulang sekolah kita ke toko buku," tawar Clein.
"Boleh tuh, siniin buku kalian," ucap Leon.
Kemudian mereka memberikan bukunya dan langsung ditanda tangani Leon.
"Kak Leon kok gak modal banget sih?" tanya Nic.
"Gak modal gimana sih?" tanyanya.
"Ya, masa Kak Leon gak bisa beli buku sendiri?" jawab Nic.
"Ya bisa sih sebetulnya, tapi kan lumayan ini gratis," ucap Leon.
"Ah, ya sudahlah aku pasti akan kalah kalau debat sama Kak Leon," ucap Nic.
"Kak Leon, kita disuruh mengumpulkan berapa tanda tangan?" tanya Clein.
"20, itu sudah campuran osis dan mpk," jawab Leon.
"Terima kasih Kak Leon, kita pergi dulu," pamit Clein.
"Semangat!" ucap Leon.
"Ayo Nic," ajak Clein.
"Terima kasih, Kak," ucap Nic.
"Sama-sama," balas Leon.
"Kita cari kakak-kakak kita yang lain aja, nanti kurangnya baru minta ke kakak osis dan mpk. Aku males kalau harus melakukan tindakan-tindakan konyol bin aneh itu," ucap Clein.
"Sama, aku juga males," balas Nic.
"Mereka kira-kira dimana ya?" tanya Clein.
Kemudian mereka memikirkan kemungkinan-kemungkinannya.
"Aku tau!" ucap mereka berbarengan.
"Rooftop bukan sih? " tanya Clein.
"Nah, aku juga berfikir seperti itu," ucap Nic.
---