Part 3

717 Kata
"Ya udah, ayo kita coba aja," ucap Clein. "Tapi rooftrop mana, yang di gedung utama atau digedung laboratorium?" tanya Nic. "Kita coba yang di laboratorium aja dulu, dari depan ke belakang," jawab Clein. Kemudian mereka pun menuju ke sana dan yang didapati bukanlah kakak-kakak mereka, tetapi sang ketua mpk. "Eh, gak ada," ucap Nic setelah sampai di rooftop. "Ya udah, kita turun aja," ucap Clein. "Kalian berdua ngapain ke sini ?" tanyanya. "Kami cuma mencari tanda tangan, tapi ternyata gak ada yang bisa dimintai tanda tangan di sini," jawab Nic. "Lah, terus kalian pikir saya setan gitu?" tanyanya. "Ya kakak kan mana mau tanda tangani buku kita, kalau gak ngerjai kita dulu. Secara kakakkan ketua mpk pasti minta tanda tangan kakakkan sulit, jadi lebih baik kami cari yang lain aja yang mudah," ucap Clein. "Kalian berdua, kemana-mana selalu berduaan. Kalian pacaran?" tanyanya. "Kami gak pacaran, kami sepupuan," jawab Clein. "Kalau begitu mau saya beri tanda tangan gak?" tanyanya. "Mau, Kak, asalakan gak melakukan hal-hal konyol bin aneh itu," jawab Clein. "Tentu saja tidak," balasnya. "Lalu apa yang harus kita lakukan, Kak?" tanya Nic. "Kalian harus menebak nama saya, ya lumayan sulit. Karena apa? Nama anggota mpk, tidak ada di buku panduan ospek kalian. Tapi saya tidak peduli, itu aja sih syaratnya. Simpel, 'kan?" tanyanya. "Sangat simpel, Kak," jawab Clein dengan bersemangat. "Emang kamu tau namanya Clein?" bisikNic. "Taulah, kalau gak mana mungkin aku jawab itu simpel," balas Clein. "Jadi kamu sudah tau nama saya, kalau begitu siapa nama saya?" tanyanya dengan agak bersemangat. "Kak Davian, 'kan?" tanya Clein. "Iya, kalau begitu bawa buku kalian ke sini. Kmu tau darimana nama saya?" tanyanya. "Dari kakakku," jawab Clein. "Nih, sudah selesai. Nama kalian berdua siapa?" tanya Davin. "Aku Clein, Kak," jawabnya. "Aku Nic, Kak," jawabnya. "Kalian kelompok apa?" tanyanya. "Kelompok st. Louist kak, kami pamit dulu, Kak," jawab Clein. "Eh, kamu taunya dari kak siapa?" tanya Nic, saat mereka sudah perjalanan menuju ke rooftrop di gedung satunya. "Kemarin Kak Leon, nyebutin namanya saat aku lagi cerita tentang apa yang terjadi saat ospek," jawab Clein. Tak terasa mereka telah tiba dirooftrop gedung belakang dan benar aja, disana para kakak mereka berkumpul. "Hai brothers, minta tanda tangannya dong," ucap Clein. "Kalian berdua kok bisa tau kami di sini? " tanya Andro. "Ya taulah, masa kami gak tau perilaku kakak-kakak kami sendiri sih, " ucap Nic dengan sombong. "Kalian mau tanda tangan kami kan,  ada syaratnya," ucap Revan. "Pakai syarat-syaratan segala aja, Kak!" protes Nic. "Kalau gak mau, ya sudah," ucap mereka bersamaan. "Ya,  kami mau. Apa syaratnya?" tanya Nic. "Beli'in kami semua minum dan makan, karena kami kan gak mungkin turun ke bawah. Kalau kami turun yang ada kami langsung diserbu," jawab Frans. "Uang," ucap Nic sambil menengadahkan tangannya meminta uang. "Pakai uang kalian aja dulu ya, kami mana bawa uang. Uang kami kan di tas dan tasnya ada di ruang osis," jawab Frans. "Ngomong aja kalau minta dibayari!" cibir Nic. "Ya memang!" jawab mereka serempak. "Ayo, Clein!" ajak Nic. Kemudian mereka turun ke bawah menuju ke kantin dan membeli beberapa makanan serta minuman, setelah itu mereka kembali ke rooftrop dan memberikan yang sudah mereka beli. Lalu menyerahkan buku mereka dan langsung ditanda tangani oleh kakak-kakak mereka. "Makasih kak, kita mau cari lagi dulu. Masih kurang banyak baru dapat 8, kurang 12," pamit Clein. "Kalian sih minta cari enaknya doang!" ledek Revan. "Iya abis, mana enak dikerjai kayak gitu," balas Nic. Kemudian mereka turun dan menyari para senior untuk meminta tanda tangan ada yang mereka terima tantangannya ada juga yang mereka tolak, karena tantangannya aneh menurut mereka berdua. Setelah lengkap 20 tanda tangan mereka menyerahkan buku panduan ospeknya ke tutor kelompoknya. Setelah selesai kegiatan hari itu mereka dikumpulkan untuk diberi pengarahan persiapan ospek besok. Lalu para siswa dan siswi yang mengikuti ospek diperbolehkan pulang. Seperti kemarin Clein dan Nic pulang dengan mengayuh sepeda hingga sampai dirumah. Sampainya dirumah ia disambut oleh mamanya dan diajak mamanya untuk makan siang bersama. Saat makan siang bersama mamanya ia menceritakan tentang ospek yang dialami tadi disekolahnya. Sementara ketiga kakaknya belum pulang, karena lagi sibuk dengan urusan osisnya. Dan besok adalah hari terakhir Clein, Nic, dll ospek dan malam harinya adalah pesta penutupan ospek. Setelah selesai berbagi cerita dengan mamanya, Clein berpamitan kepada mamanya untuk kekamarnya berganti baju dan membuat puisi untuk dibawa ospek besok. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN