Sepekan setelah kemenangan presentasi itu, suasana kantor Tokyo kembali tenang. Tama memang belum secara resmi dipindahkan, tapi posisinya perlahan mulai tersingkir dari proyek-proyek strategis. Beberapa kolega pun mulai menjauh darinya secara halus. Kirana, di sisi lain, mulai menerima kepercayaan lebih besar dari kantor pusat dan mitra Jepang. Ia bahkan diminta menjadi liaison utama antara divisi R&D Jakarta dan tim pengembangan produk di Tokyo. Namun kesibukan itu membawa dampak lain waktu Kirana untuk keluarga semakin tergerus. Radit mulai lebih sering mengurus Dimas sendirian. Bangun pagi, antar sekolah, menyiapkan makan malam. Meski Radit tak pernah mengeluh, Kirana mulai menyadari bahwa keseimbangan dalam rumah tangga mereka mulai goyah. Suatu malam, sepulang dari rapat yang mol

