Hari-hari Kirana di Tokyo mulai kembali ke ritme sibuk. Setelah presentasi besar dua minggu lalu, ia justru diberi tanggung jawab tambahan mengawal tim internal dalam proses revisi proposal kerja sama RAKA Group dengan mitra Jepang, sebuah proyek besar yang akan menentukan keberlanjutan cabang Tokyo dalam dua tahun ke depan. “Kalau berhasil,” kata Yui suatu siang, “RAKA bisa jadi salah satu dari lima perusahaan ekspor logistik terbesar di Asia Timur.” Kirana mengangguk serius. “Kita harus pastikan proposal finalnya tidak hanya kuat di angka, tapi juga fleksibel secara operasional.” Yui tersenyum. Hubungan mereka yang dulu tegang kini berkembang menjadi kerja sama profesional yang saling menghormati. Tapi kedamaian itu tak bertahan lama. Suatu pagi, Kirana menerima notifikasi sistem da

