Part 49. Tak Akan Ada Restu

1519 Kata

Aaron terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang ia dapati adalah wajah teduh calon istrinya yang detik ini tengah tertidur lelap di sampingnya. Aaron tak sadar kalau Chika akan ikut-ikutan tidur sama sepertinya. Perlahan ia melepaskan pelukannya. Takut saja Chika jadi terbangun hanya karena pergerakannya. Dengan hati-hati, lelaki itu mulai bergerak turun dari ranjang. Ia sempatkan menyelimuti Chika terlebih dahulu, sebelum ia memutuskan untuk keluar dari kamar. "Mas Aaron." Sulis menghampiri Aaron ketika lelaki itu baru saja keluar dari kamar. "Ada apa, Bu Sulis?" tanya Aaron sembari menutup pintu kamarnya pelan. "Di teras depan, ada tamu nyariin Mas." "Tamu? Siapa, ya? Kenapa nggak disuruh masuk?" "Anu, Mas, saya sih tadi sudah suruh masuk. Tapi orangnya nggak mau, kalau bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN