"Jadi Om Awan ini adalah seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan kontraktor yang cukup sukses di kota ini? Wah, Om Awan benar-benar hebat, ya," puji Aaron setelah ia mendengar Irawan menceritakan masalah jabatannya. "Kamu terlalu berlebihan memuji om hebat. Justru yang hebat itu kamu, loh. Kamu ini seorang polisi, pengayom masyarakat, penegak keadilan, mamamu pasti sangat bangga memiliki anak hebat seperti kamu." Irawan tak kalah memuji balik Aaron. "Om ini bisa aja mujinya. Polisi ya nggak hebat-hebat banget lah, Om. Eum ... btw, Om ini teman spesialnya Mama?" Sedari tadi Aaron sudah gatal ingin sekali menanyakan hal ini pada Irawan atau pun ibunya. Namun, ia memilih basa-basi terlebih dahulu, karena menurutnya sangat tidak sopan kalau langsung menyodorkan pertanyaan pribadi terseb

