Chika mengempaskan tubuhnya ke atas kasur. Ia baru saja pulang bekerja. Sepanjang perjalanan pulang, Chika tak henti-hentinya memikirkan permintaan Firna tadi. 'Kamu bersedia kan jadi menantu saya?' Ketika ditanya seperti itu, Chika bingung harus menjawab apa. Mau menolak, rasanya tak enak. Mau langsung menerima, ia sendiri belum seratus persen yakin dengan perasaannya. Akhirnya, Chika hanya sanggup menjawab kalau ia belum siap untuk menikah dengan Aaron dalam waktu dekat ini. Chika pun meminta diberikan waktu untuk memikirkan semua ini matang-matang. Namun, yang membuat gadis itu kepikiran, raut wajah Firna mendadak berubah menjadi kecewa, setelah ia meminta diberikan waktu untuk berpikir. Chika menduga bahwa Firna sangat kecewa atau mungkin marah dengan keputusan yang telah ia ambil.

