"Bila, kamu sudah selesai siap-siap belum? Ayo, kita hari ini mau ke psikiater, kan?" Niken baru saja membuka pintu kamar keponakannya. Tampak Nabila masih bermalas-malasan di atas ranjang. "Eyalah, kamunya malah masih tiduran? Ayo, Cah Ayu. Kamu harus rutin ke psikiater loh, biar sakit traumamu cepat sembuh, Nak." Niken menghampiri Nabila, kemudian duduk di pinggiran tempat tidur. Dengan malas-malasan, Nabila pun beranjak bangun. Ia lalu duduk bersandar sembari menikmati rasa mual yang sedari tadi ia tahan. "Budhe, badannya Bila nggak enak banget. Dari tadi kan Bila bawaannya muntah-muntah terus. Apa nggak apa-apa kalau ke psikiater sekarang?" tanya Nabila cemas. Ia bukannya tidak mau pergi ke psikiater. Ia hanya malu kalau di sana dirinya muntah-muntah tak jelas. "Piye, sih, ya?

