Part 53. Maaf, Kita Tak Jodoh

1475 Kata

"Apa kabar kasur? Aku kangen awakmu." Dani baru saja mengempaskan tubuh di atas kasurnya. Setelah seharian ini ia sibuk menjalankan tugas mulianya sebagai seorang satuan reserse kriminal. Boleh dibilang, pekerjanya tidaklah mudah. Hampir setiap hari ia berurusan dengan para penjahat. Terkadang nyawanya pun menjadi taruhan. Namun, Dani sudah terlanjur cinta dengan pekerjaannya ini. "Aku ameh turu, tapi kok perutku podo demo, yo? Perasaan tadi sore wes makan nasi Padang karo Bagas. Tapi saiki mendadak laper meneh. Masak mi wae lah mendingan." Dani beranjak bangun. Ia berniat pergi ke dapur demi membuat mi rebus. Namun, Dani sempatkan dulu untuk mengecek ponselnya. Siapa tahu ada pesan penting. Karena sedari tadi ia tak sempat mengecek ponselnya. "Loh, ada panggilan tak terjawab sampe t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN