Candra melangkah masuk ke apartemennya dengan langkah yang sedikit terburu-buru. Di ruang tengah, ia mendapati Cakra sedang duduk santai di sofa kulit sambil menyesap kopi hitam, namun tatapannya tetap setajam elang—khas seorang kepala keamanan CEO. "Duduk, Can," ucap Cakra pendek tanpa menoleh. Candra duduk di samping kakaknya dengan perasaan campur aduk. "Maaf, Mas. Tadi ada urusan mendadak di luar yang harus diselesaikan." Cakra tidak langsung menjawab. Ia meletakkan cangkir kopinya, lalu menoleh menatap adiknya dari atas ke bawah. Sebagai orang yang terlatih melihat detail sekecil apa pun, mata Cakra terpaku pada satu titik di leher Candra yang tidak tertutup kerah kemeja yang sedikit berantakan. Sebuah seringai tipis muncul di wajah Cakra yang biasanya kaku. "Urusan mendadak, ya?

