Ciuman diambang maaf

1531 Kata

Kirana tetap pada posisinya. Ia tidak ingin luluh begitu saja. Rasa sakit saat Aksha meninggalkannya sendirian di halte, rasa perih saat tamparan itu mendarat di pipinya, masih membekas jauh lebih dalam daripada efek racun Rania. "Aku mau istirahat. Aku nggak mau ketemu Mas dulu. Tolong keluar," ucap Kirana datar. "Tapi, sayang... aku ingin jaga kamu di sini. Mas mau tebus semua kesalahan Mas," Aksha memohon, matanya kembali berkaca-kaca. "Kesalahan Mas terlalu banyak untuk ditebus hanya dengan duduk di sini," potong Kirana tanpa menoleh. "Mas bilang aku pilihan Ibu yang membebani hidup Mas, kan? Sekarang, anggap saja aku beban itu sedang beristirahat. Jadi, silakan Mas keluar." Aksha merasa jantungnya seperti diremas. Kalimatnya sendiri di masa lalu kini berbalik menusuknya. Di saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN