39

952 Kata

Jam setengah 12 siang itu, Tama menggeliat dari tidurnya. Ia membuka matanya dengan perlahan dan mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Cewek itu beranjak duduk dan termenung sejenak. Ambil nyawa dulu sebentar. Kemudian pintu kamarnya terbuka menampilkan Atin yang masuk, "Unang, bangun... eh udah bangun akhirnyaaa." Ia tersenyum lalu menarik tangan kakaknya. "Ayo unang makan dulu." Tama mengangguk samar sebelum akhirnya mengikuti langkah Atin ke meja makan. Disana sepi, keluarganya yang lain sedang berkumpul di rumah datuknya yang jauhnya itu sekitar 15 menit dari rumahnya. Di rumah cuma ada anak-anak kecil doang. Kecuali Nia, si kembar Fitra-Fitri, Devin dan beberapa sepupunya Tama yang masih kecil-kecil. Di ruang keluarga, mereka lagi nonton kartun n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN