Sebelum ke rumah, kedua gadis yang masih berbalut seragam abu-abu mampir ke sebuah supermarket terdekat. Membeli beberapa cemilan dan mi untuk disantap selagi nonton bersama di ruang keluarga nanti. Di luar sekolah dan bersama Nita, Tama dapat mengeluarkan tawa dan senyumnya melihat tingkah laku konyol sohibnya itu. Seperti sekarang, saat berada di area sayur-sayuran Nita mengambil dua ikat kangkung dan diletakkan di atas kepalanya sambil goyang kanan-kiri. Melihat itu, sukses buat perut Tama terkocok. Jarang-jarang mereka seperti ini karena bagi mereka, di saat bersama kesampingkan rasa gengsi. Berbuatlah memalukan selagi itu masih dalam batas wajar. Setidaknya, menyenangkan hati sahabatnya itu tidak sulit. "Aduh, cape nih," kata Tama sambil mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap

