"Muka kamu kenapa kok di tekuk terus?" Mendapat pertanyaan yang terlontar dari cowok itu, Tama hanya bisa tersenyum kecut. Mulutnya menguap lebar lalu ditutupi oleh tangannya yang bebas. Ia memandang sendu Taeyong yang berada di layar ponselnya. Melirik jam dinding, sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Kak," ucapnya, suaranya sendu. Kedua alis Taeyong terangkat. "Aku ngantuk. Udahan, ya?" "Oke. Udah sholat isya kan?" Tama mengangguk. "Yaudah aku tutup---" Tuk Tuk Taeyong dan Tama sama-sama bungkam mendengar lemparan yang berasal dari jendela kamar gadis itu. Keningnya mengernyit lantas melirik jendela kamarnya yang belum ditutup tirainya. "Aku matiin dulu, ya, kak. Assalamualaikum," ucap Tama sembari turun dari kasur hendak melihat ke jendela. "Oke, waalaikumsalam." Detik be

