44

1434 Kata

Kamar tidur dengan ruangan yang besar itu begitu dingin. Di tambah, siang ini ia terasa begitu bosan entah melakukan apa-apa. Berbaring pasrah di atas kasur dengan mata memandang langit kamar yang tergambar ruang angkasa. Wajahnya menoleh ke sisi kiri kala ponselnya bergetar. Melirik nama si pemanggil. Emily. Teman ceweknya yang berasal dari Kanada. Tanpa menunggu waktu lama, Taeyong mengangkat panggilan tersebut dan terdengar decakan sebal dari cewek itu. "Kau di mana?!" serunya bikin Taeyong sedikit menjauhkan ponselnya. Suara Emily itu sedikit cempreng. Ditambah lagi dia berteriak membuat kupingnya pengang seketika. "Aku menunggu di kafe samping kampus selama dua puluh menit dan batang hidungmu sama sekali belum terlihat. Kau ingin mati, ha?!" Mendengar keluhan Emily sontak biki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN