"Sstt!" Langkah cewek itu berhenti sebentar kala mendengar suitan seseorang. Matanya melirik kanan-kiri, menunggu orang itu untuk memanggilnya kembali. Tapi gak ada jawaban sama sekali, ia kembali berjalan. "Sstt!" Bulu kuduk Tama meremang kemudian. Dia menggigit bibir bawahnya. Pasalnya, dia sekarang lagi lewatin tangga darurat menuju lantai 1. Sengaja, karena mau naik lift, rasanya gak usah. Lagipula ke lantai 2 kan dekat. Kakinya kemudian mengayun dengan cepat. Lampu di sini tidak begitu terang, membuat suasana horor semakin mendukung. Di tambah, dia sedang di rumah sakit. "Sendirian aja, neng." Mampus, batin Tama. Suara seseorang itu terdengar seram begitu didengar. "Sebentar!" Tangan orang itu menahan bahu Tama. Lantas ia menggigit bibir bawahnya. "Tama." Perlahan mata c

