Melirik jam dinding yang sudah menunjukan jam 12 lewat 5 menit, Tama akhirnya duduk di salah satu bangku. Dia sudah lelah setelah mengambil obat, melarutkan sirup, dan menulis etiket untuk pasien. Terlebih lagi, hari ini sangat banyak pasien yang membuat pundaknya merasa pegal dan jari-jarinya yang kebas akibat membuka bungkus obat. Cewek itu kemudian berdiri dan mengambil botol minumnya. Sungguh, Tama merasa dehidrasi sekarang. Kondisi kini sudah mulai tenang tanpa adanya suara para staf yang meminta tolong diambilkan obat dan suara blender obat. Ia sempat melirik ke bilik yang dikhususkan untuk meracik obat kapsul. Di sana, Jihoon dan Sunny tengah beristirahat setelah meracik kapsul sebanyak 90. "Minum dulu, biar gak pingsan lo." Dengan baik hatinya Tama memberikan botol minumnya y

