33

1234 Kata

"Mau kemana, Bun? Rapi amat?" Tanya cowok berahang tegas itu yang baru saja turun dari kamarnya dan menghampiri Bunda yang sedang memasukan beberapa potongan kue brownis ke dalam tupperware ungu. Lantas Bunda tersenyum menanggapai pertanyaan anak sulungnya, "Ke rumah Tama." Kedua alis Taeyong terangkat. "Ngapain? Tumben Bunda ke rumah Tama, sendirian?" "Sama Ayah berangkatnya. Lagian kan Tama lagi sakit tuh, masa iya gak jenguk?" "Tama sakit?" Bunda mengangguk. "Sejak kapan?" Sontak Bunda menatap anaknya dengan tajam. "Kamu gak tau Tama lagi sakit?!" "Nggak," jawab Taeyong dengan polos. "Gimana sih?! Sana cepetan mandi! Kita ke rumah Tama bareng-bareng!" Omel Bunda seraya mengibaskan tangannya. Menyuruh Taeyong untuk cepat mandi. Tanpa menyahut lagi, cowok itu akhirnya masuk la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN