29

1473 Kata

"TAMAAA! TURUN! AYO MAKAN MALEM!" Cewek beralis tebal itu terperanjat kaget saat menyisir rambutnya yang habis di shampo. Teriakan Devin memang menggelegar sampai ke lantai dua. Tanpa menjawab teriakan abangnya, Tama segera bersiap-siap untuk turun. Dengan celana pendek putih dan kaos oblong maroon. "TAMAAA-" "APASIH BRISIK TAU!" Devin kicep. Mimik Tama udah gak karuan saking keselnya dengar teriakan Devin. Sedangkan Tara dan Devon sudah tertawa geli melihat pertengkaran kedua anaknya. "Yaaa biasa aja kali, gak usah teriak-teriak gitu!" Devin balas dengan sentakan lalu menoyor kepala adiknya. "Gak sopan banget sama abang." "Lah lo teriak-teriak terus, kampret." Tama mendelik kesal. "Tama." Devon menyela sekaligus menegur Tama yang kelepasan. Devin tersenyum kemenangan dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN