28

1577 Kata

"Lo jangan marah-marah terus disana." Tama mengangguk. "Kalo gak ada yang tau, tanya sama kakak-kakak yang disana. Jangan diem aja." Tama mengangguk. "Mesti aktif lo disana. Nanti kalo diem aja, nilai bakal ngaruh!" Lagi, Tama mengangguk. Joy mendongak dari hapenya setelah mengoceh panjang lebar tentang PKL nanti di RSUD Bekasi. Setelah mengoceh panjang kali lebar, yang didapatnya kini ialah, Tama sedang menyeruput jus jeruknya yang kedua. Joy menghela panjang sambil menatap datar adik kelasnya ini. "Dengerin gue gak daritadi?" Tanya Joy, sambil menyenderkan tubuhnya. Tama mengangguk, Joy menghela panjang. "Coba ulangin." Gelas kedua sudah habis, Tama membenarkan duduknya menjadi lebih tegap dan memandang serius Joy. "Satu, gue gak boleh gampang marah." Joy mengangguk. "Dua,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN