Jam 9 malam, Tama sudah harus pulang ke rumahnya. Devin sekarang dalam perjalanan dari bandara menuju rumah Taeyong. Sekalian memberikan kejutan untuk adik kesayangannya itu. Sementara di rumah Taeyong, Bunda, Tama serta anak sulungnya kini sedang duduk di atas sawung yang terletak di halaman belakang. Jangan lupakan Dizzy dipangkuan Tama. Meskipun sudah malam, kondisi halaman belakang begitu terang. Dikelilingi lampu hias berwarna hijau. Membuat halaman tersebut sangat manis dipandang. Anak cowok satu-satunya disitu sedari tadi hanya diam memerhatikan Bunda dan Tama mengobrol. Terlebih, dia selalu fokus menatap cewek yang selalu menunjukan senyum dan tawanya begitu Bunda bergurau. Tak sedetikpun ia melewati pemandangan tersebut. Begitu manis Tama di pandangannya. "Bunda masuk dulu

