Pintu kamar mandi terbuka lebar, seiring keluarnya cewek berpiyama biru muda dengan corak awan. Bunda mendongak, tersenyum kemudian melihat pakaian Risa melekat di tubuh Tama. "Lihat kamu pakai baju Risa, Bunda jadi kangen dia." Zahra berucap begitu Tama duduk disampingnya, "Kalian hampir mirip di mata Bunda." Mata Bunda berkaca-kaca. Secara tiba-tiba. Membuat Tama segera memeluk erat seorang Ibu yang telah kehilangan anak gadisnya dua tahun yang lalu. Melihat Bunda menangis, pikirannya berkelana pada Mamanya. Tidak kuat membayangkan jika Mama menangis karenanya. Pasti sangat menyesakkan. "Hei, jangan nangis." Bunda malah terkekeh pelan mendengar isak Tama kemudian, "Kenapa nangis?" Tama menghapus jejak air matanya sejenak. Menarik napas dalam-dalam dan menghembusnya panjang, "Ngeli

