"Jadi, udah baikan nih ceritanya?" Tama berusaha mengulum senyum lebarnya ketika mendengar pertanyaan Nita setelah ia masuk ke dalam kelasnya. Duduk di sebelah gadis itu, Tama melepaskan tasnya dan menopang dagu. Nita yang melihat itu melakukan hal yang sama. Ia tersenyum, merasakan ikut bahagia melihat sahabatnya akhirnya senang. Sudah menyelesaikan masalahnya dan tidak ada lagi raut muram Tama. "Kak Taeyong juga gak ngelarang gue buat deket sama Jeka," kata Tama lalu melirik Nita yang mengangkat kedua alisnya. "Kan udah gue bilang. Dia sebenernya udah percaya sama lo, Tam. Tapi lo nya aja," sahutnya. "Apa tuh bahasa kasarnya? Berkhianat?" Sontak saja Tama mencubit pelan pipi Nita. "Lebay banget ih gemes gue!" serunya kemudian tertawa melihat dengusan sahabatnya. "Urusan lo tuh
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


