59

1025 Kata

"Hai, Kak Taeyong..." Suasana hening di ambang pintu melingkupi kedua manusia yang tengah sibuk memikirkan apa langkah selanjutnya yang terjadi pada mereka. Kedatangan Tama secara tiba-tiba dan belum memberitahunya sama sekali membuat pemuda itu membeku di tempat. Menatap lamat gadis itu. "Kak?" Taeyong mengerjap cepat lantas menyulam senyum tipis seraya mengajak Tama masuk ke dalam rumah. Masih setengah melamun melihat Tama kini berada di rumahnya. Ia kira gadis itu tidak akan mau main ke sini lagi pasal kemarin malam itu. Taeyong kembali sadar ketika rungunya mendengar seruan bunda melihat Tama dan mereka kini tengah berpelukan seakan-akan sudah lama sekali belum bertemu. "Kamu kenapa gak bilang sama bunda kalau Tama mau ke sini?" Taeyong terkesiap saat bunda bertanya padanya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN