Langit mulai berwarna jingga yang membuat orang-orang mengamatinya berdecak kagum atas indahnya semesta dan sang pencipta. Deru angin sore yang tidak kencang sangat cocok untuk orang-orang yang ingin menikmati sore dengan ketenangan cara masing-masing. Itulah yang dilakukan Tama kini. Duduk sendiri di taman komplek perumahan di atas ayunan yang beruntungnya tidak ada anak kecil membuat Tama menghela napas lega karena ia tidak perlu repot-repot bertengkar untuk mendapatkan ayunan tersebut. Tama tersenyum. Sangat konyol membayangkan jika itu sampai beneran terjadi. Tentu saja Tama pasti akan mengalah demi anak kecil yang ujung-ujungnya akan menangis meraung-raung dan mengadukannya pada sang ibu. Lebih baik ia memundurkan diri dari pertengkaran sengit itu. Kedua telinganya disumpal earp

