51

1154 Kata

"Udah siap?" Tama yang melamun terlonjak di bangku saat mendengar suara tiba-tiba itu. Menoleh ke samping, dia melotot kesal. "Apasih ngagetin, tau gak!" Dia mendengus kasar dan menghabiskan minumnya. Mengamit tasnya lalu berdiri, dia berjalan duluan keluar, disusul Jeka yang terkekeh pelan. Sejenak, Tama berhenti melangkah lalu menoleh ke belakang dengan alis mengkerut. "Lo ngapain ikutin gue?" Jeka memiringkan kepala. Mengerjap tiga kali, dia mendesis pelan. "Nganterin lo kan," jawabnya seperti ragu. "Gue gak minta." Raut Tama berubah datar mendengarnya, "but, thanks tawarannya." Tama mengeluarkan ponsel lalu membuka aplikasi ojek online. Dia berdiri di depan pagar rumahnya. Jeka setelah menutup pintu rumah Tama, mendekat dan berdiri di samping cewek itu. Tama melirik sebentar,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN