"Lo kalo nelfon gue terus fungsinya cuma buat liat lo bengong doang, mending gue tutup deh. Gue mau pergi ini," dengus cowok itu diseberang sana. Menggulirkan matanya melihat Tama dengan rambut acak-acakkan dan make-up yang kacau. "Kenapa lagi sih? Berantem sama Taeyong?" "Bukan," tukasnya cepat begitu mendengar nama cowok itu. Lagi, dia mengacak rambut pendek yang memanjang. "Ada cowok..." Belum selesai, Devin memotong, "iya gue tau kok ada cowok ter-" "DENGERIN DULU NAPASI LAGI PUSING GUA!" Devin. Kicep. Tama menarik napasnya dalam sembari mendongak, dia mendesah keras. "Ada cowok, dia tetangga baru bang di rumah sebelah, namanya Jenuar. Semes..." "Jenuar? Jeka?" Devin menginterupsi. Keningnya mengerut, dia yang tadinya kicep langsung sadar. "Jenuar Karviza Widiatama?" Mata Tama

