Bab 55: Bayangan di Cermin

1807 Kata

Gemuruh suara air hujan yang berjatuhan di atas genteng rumah masih saja terdengar. Sesekali suara petir juga terdengar bersamaan dengan kilatannya yang membuat suasana gelap di dalam rumah menjadi mencekam. Bukan hanya karena padamnya listrik, suasana gelap di dalam rumah kediaman Mala terasa bagai di malam hari karena cahaya matahari yang masih diselubungi oleh awan pekat, padahal saat ini masih pukul setengah sepuluh siang. Mala, Sisy, Clara, dan Bik Minah sedang berkumpul di ruang tengah. Mala duduk bersila membelakangi televisi sambil memeluk erat badan Clara yang duduk rapat di sebelah kanannya, Sisy duduk di samping kiri Mala, lalu Bik Minah duduk berhadapan dengan Mala. Sambil menunggu hujan yang tak tahu kapan akan reda, mereka duduk bersila mengelilingi sebatang lilin putih yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN