Hujan mulai reda bersamaan dengan terik matahari yang menerobos masuk melalui celah tilai yang menggantung di jendela. Mala tengah berbaring di atas tempat tidur masih memejamkan kedua matanya dan belum terlihat tanda dia akan siuman. Sisy, Clara, Ibu Ana, dan Bik Minah berdiri di samping kanan dan kiri tempat tidur menunggu Mala siuman. Ibu Ana berjalan ke arah jendela dalam kamar Mala. Diikatnya sepasang tilai yang berjuntai dengan dua tali lalu mengaitkannya ke kedua sisi jendela. Setelah membuka pengait jendela, kedua tangannya perlahan mendorong dua daun jendela sampai terbuka agar udara segar bisa masuk ke dalam kamar. Kemudian kembali berdiri di samping tepat tidur menunggu Mala kembali sadar. Beberapa menit kemudian, jari-jari di tangan kanan Mala mulai melakukan pergerakan pela

