"Sayang, dengarkan aku dulu!" Ethan Gilbert berteriak dari luar pintu rumahku sambil menggedor-gedor pintu rumahku. Kami baru saja selesai mengurus perceraian. Dan, penjualan apartement. Dan, cincin lama kami. "Kita tidak harus seperti ini. Masih ada jalan lain, angel. Jangan menyiksaku begini." Semua bukan lagi sandiwara mulai saat ini. Sekarang, semuanya nyata. Dan jantungku berdebar kuat memikirkan hal itu. Aku menyandarkan punggungku di pintu, "Pulanglah, ini sudah malam!" "Aku tidak akan pulang jika kau tidak pulang denganku." "Keputusanku sudah bulat, Ethan." "B, my love..." Suaranya melembut. "Jangan tinggalkan aku. Kau tau kan aku tidak bisa hidup tanpamu?" "Lebay!" Aku tersenyum menahan tawa, "Kita hanya berpisah rumah, Ethan! Bukannya kau tidak bisa bertemu denganku lagi!

