Pagi itu aku terbangun tanpa siapapun di sebelahku. Namun anehnya, aku merasakan keberadaan Ethan, seolah dia disini bersamaku. Pikiranku melayang kemana-mana sampai ketika aku tersadar, aku memakai kemejanya! Kupeluk diri sendiri, mencium dalam-dalam wangi Ethan Gilbert yang masih melekat di kemejanya. Oh Tuhan, tak kusangka aku akan merindukan cowok tengik itu. Bagaimana paginya, ya? Aku baru saja selesai mandi saat bel di pintu berbunyi. Masih dengan handuk melilit di tubuhku, aku pergi ke arah pintu. Aku mengintip dari balik celah di pintu dan aku langsung membukanya dengan cepat begitu tau siapa yang ada di balik pintu. "ETHAAANNNN!" Mata Ethan melotot padaku. "f**k! Apa yang kau pakai Bianca Smith?!" Bukannya memberiku ciuman, cowok itu malah langsung mendorongku masuk dan cepat

