Wanita paruh baya yang sudah terlihat cukup tua dengan telaten menjaga Mira di sampingnya. Dia lah ibu Ratih kepala panti yang sudah dekat seperti ibu sendiri bagi ketiga sahabat itu. Ibu Ratih sampai hampir mendekati siang hari. Satya dan Kina. menjemput ibu Ratih di Bandara saat wanita itu mengatakan sudah tiba di sana. Wajah teduh dan kerutan yang menunjukkan jika ia tak lagi muda itu terlihat lelah. Tapi dengan keras kepala, ibu Ratih tidak mau beristirahat meskipun Naya berkali kali sudah menyuruhnya istirahat terlebih dahulu. Setelah tiba disana, mereka tidak lagi bisa membohongi wanita paruh baya itu. Naya menjelaskan semuanya, karena luka di wajah Mira membuat ibu Ratih bertanya tanya. Wanita paruh baya itu menangis mendengar apa yang terjadi pada salah satu anak asuhnya. Ia menyal

